Perkuat Pendidikan Karakter, Dosen UMSU Bekali Guru AUM Medan Denai dengan Model Simpatika
INFOMU.CO | Medan – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat. UMSU menggelar Pelatihan Implementasi Model SIMPATIKA bagi guru-guru Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah Majelis DIKDASMEN dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medan Denai, di Gedung SMP Muhammadiyah 48 Medan, Sabtu (1/8).
Pelatihan yang mengusung tema “Implementasi Model SIMPATIKA pada Guru-Guru AUM Majelis DIKDASMEN dan PNF untuk Mewujudkan Siswa Berkarakter sebagai Penguatan Moralitas Islami di Cabang Muhammadiyah Medan Denai” ini diikuti puluhan guru dari SMP Muhammadiyah 48 Medan, SD Muhammadiyah 23 Medan, SDS Muhammadiyah 19 Medan, dan SDT Muhammadiyah 36 Medan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Medan Denai Harun Al-Rasyid, S.Pd.I., Ketua Majelis DIKDASMEN dan PNF PCM Medan Denai Muhammad Iqbal, Kepala SMP Muhammadiyah 48 Medan Suryani Nazmi, S.Si., Gr., serta tiga narasumber dari Fakultas Agama Islam UMSU, yakni Dr. Selamat Pohan, M.A., H. Syahbana Daulay, M.Ag., dan Sri Wahyuni Pohan, S.Pd.I

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMSU sekaligus Pemateri dalam pelatihan ini Dr. Selamat Pohan, M.A., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian berjudul “Sinergi Orang Tua dan Guru di Sekolah dalam Pembinaan Karakter di Kota Medan.” Penelitian tersebut melahirkan sebuah inovasi pembelajaran yang dinamakan Model SIMPATIKA.
Menurutnya, Model SIMPATIKA merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membantu guru mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap proses belajar mengajar sehingga pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara lebih sistematis dan efektif.
Ia menegaskan bahwa Model SIMPATIKA yang diperkenalkan dalam pelatihan ini tidak berkaitan dengan aplikasi SIMPATIKA milik Kementerian Agama, melainkan model pembelajaran yang dikembangkan dari hasil penelitian akademik untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus berinovasi. Melalui Model SIMPATIKA, guru diharapkan memiliki strategi yang lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik,” ujar Selamat Pohan.
Sementara itu, Ketua PCM Medan Denai Harun Al-Rasyid, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian yang dilaksanakan UMSU. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi guru-guru Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menyambut tahun ajaran baru.
Harun menyampaikan bahwa Majelis DIKDASMEN dan PNF PCM Medan Denai saat ini fokus pada empat strategi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah. Strategi tersebut meliputi penguatan kolaborasi antarguru melalui Forum Guru Muhammadiyah Cabang Medan Denai, penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berbasis Buku Tarjih, peningkatan kompetensi dan inovasi guru dalam pembelajaran, serta penataan pengelolaan aset Amal Usaha Muhammadiyah secara terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran Model SIMPATIKA diharapkan mampu mendukung strategi tersebut sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan mampu membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Lebih lanjut, ia berharap para guru tidak hanya memahami konsep yang diberikan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan Model SIMPATIKA di kelas dengan memanfaatkan modul yang telah disiapkan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh empat materi , yaitu “Kompetensi Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran yang Mengintegrasikan Nilai-Nilai Karakter”, “Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Model SIMPATIKA dalam Pendidikan Karakter”, “Strategi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Karakter”, serta “Implementasi Model SIMPATIKA dalam Kegiatan Belajar Mengajar”.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para guru untuk menerapkan Model SIMPATIKA dalam pembelajaran sehingga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.(AH)

