• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Pemilu Di Indonesia Lebih Cocok Menggunakan Sistem Proporsional Terbuka

Pemilu Di Indonesia Lebih Cocok Menggunakan Sistem Proporsional Terbuka

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
19 Maret 2022
in Sosial Politik
86

Jakarta, InfoMu.co –  Untuk menata ulang partisipasi, meritokrasi dan representasi  masyarakat dalam sistem pemilu, Wakil Dekan Fisipol UMY, Ridho Al-Hamdi menilai sistem proporsional terbuka (OLPR) lebih relevan dibandingkan dengan sistem proporsional tertutup (CLPR).

Sistem CLPR (close list proportional representation) pernah dipakai Indonesia pada pemilu 1999-2004. Sedangkan sistem OLPR (open list proportional representation) dipakai Indonesia pada pemilu 2009 hingga sekarang.

Dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (16/3), Ridho menilai kecocokan OLPR dibandingkan dengan CLPR ada pada sisi kualitas demokrasi.

Apalagi dalam indeks demokrasi EIU 2020 dan 2021, tiga negara terbaik dalam kualitas demokrasi (Norwegia, Islandia, Swedia) memakai sistem OLPR.

Di lain hal meski keduanya tetap memiliki celah bagi permainan politik uang, tetapi sistem OLPR memiliki transparansi lebih sehingga kontrol publik lebih besar.

Dalam CLPR, politik uang berjalan di kalangan elit partai (tersentralisir), sementara di sistem OLPR politik uang berjalan di tingkat non elit (terdesentralisir).

“Perilaku politik uang sebagai kasus terpopuler disebabkan UU Pemilu lemah. Misalnya karena lemahnya pembatasan pelaku politik uang, tidak ada perlindungan pelapor dan saksi, dan SentraGakkumdu belum optimal,” ungkap Ridho.

Karena itu, Ridho menganggap sistem OLPR cenderung lebih cocok bagi Indonesia yang multi kultur. Selain itu, dia berharap ke depan sistem OLPR didukung oleh pemanfaatan teknologi agar praktik politik uang tidak terjadi. Penyederhanaan surat suara juga diperlukan sebagai salah satu perbaikan sistem pemilu.

“Sistem OLPR cenderung lebih relevan dibanding CLPR untuk model representasi dengan segala kekurangannya, kedua aspek di atas terkait dengan konsep meritokrasi,” pungkas Ridho. (afn/muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: pemilusistem proporsional
Previous Post

Kampus Muhammadiyah Siap Taklukkan Era Software 2.0 Ini Harapan Muhadjir Effendy

Next Post

UMSU Gelontorkan Insentif Publikasi Ilmiah Sebesar Rp 3,7 Miliar

Next Post
UMSU Gelontorkan Insentif Publikasi Ilmiah Sebesar Rp 3,7 Miliar

UMSU Gelontorkan Insentif Publikasi Ilmiah Sebesar Rp 3,7 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.