• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
2 Juni 2026
in Pendidikan
0
Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (, PWM DIY) secara resmi meluncurkan Muhammadiyah Balanced Scorecard (MBS).

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi mengapresiasi langkah inovatif ini. Baginya, kehadiran instrumen ini akan mendorong tercapainya progresivitas dan komponen data kuantitatif yang semakin terstruktur dan terukur.

“Ini sangat baik untuk melihat secara kuantitatif sejauh mana keberhasilan dapat dicapai dengan target yang jelas dan terukur. Maka, ketika bicara KPI pendidikan, kita tak lepas dari 8 standar pendidikan nasional, ditambah hibrida kurikulum nasional dan kurikulum satuan pendidikan Muhammadiyah,” jelas Didik dalam agenda Selasa, (2/6).

Dalam kesempatan ini, Didik juga turut mengingatkan agar instrumen kuantitatif yang sedang dikembangkan tidak boleh menggerus strong point dari nilai-nilai kualitatif yang selama ini juga diperhitungkan oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Baginya, hal ini perlu selaras. “Khusus di jenjang SD kelas rendah, pengukuran lebih banyak pada karakter. Nah, karakter seperti sopan santun, toleransi, dan kemandirian itu sulit jika dikuantitatifkan. Jadi, KPI bukan satu-satunya ukuran dan jangan sampai KPI menghilangkan unsur penting yang justru menjadi output dari pendidikan Muhammadiyah,” tambahnya seraya berpesan ke seluruh tenaga pendidikan Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Ikhwan Ahada, menekankan pesan dan inspirasi pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan.

“Mbah Dahlan mengajarkan sekaligus menginspirasi kita semua bahwasannya ilmu harus berlandaskan kepada tauhid dan tidak membuat manusia menjadi sombong. Jadi perlu mengoptimalkan akal budi, mengombinasi ilmu dengan amal. Strong poin kita tetap pada nilai kualitatif itu,” jelas Ikhwan selaras dengan penyampaian Didik Suhardi.

Bagi Muhammadiyah, pendidikan tidak sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan juga proses tarbiyah yang membentuk karakter, adab, dan kepribadian peserta didik. Pendidikan Muhammadiyah berupaya melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas moral, kepedulian sosial, dan komitmen keislaman yang kuat.

Karena itu, kehadiran Muhammadiyah Balanced Scorecard diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pengukuran kinerja lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan tetap berorientasi pada tujuan besar Muhammadiyah, yakni mencetak manusia berkemajuan yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat sebagaimana spirit teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH Ahmad Dahlan. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: pendidikan
Previous Post

Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

Next Post

MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

Next Post
MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.