Muhammadiyah, LPDP, dan Monash Jajaki Program Percepatan Talenta Doktor
INFOMU.CO | Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah melakukan audiensi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Pada Jumat (11/9) di Gedung Chakti Lantai 4, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan.
Pertemuan yang turut melibatkan Monash University tersebut membahas penguatan kerja sama dalam bidang beasiswa doktoral, pengembangan talenta, dan pembiayaan riset strategis bagi dosen serta lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Ahmad Muttaqin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah untuk memperluas kemitraan yang telah terbangun antara Muhammadiyah dan LPDP.
“Audiensi dengan LPDP ini memperkuat sinergi Muhammadiyah dengan LPDP, sekaligus melanjutkan kolaborasi yang sudah berjalan antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan LPDP dalam bidang co-funding RISPRO Invitasi Berkemajuan,” ujar Ahmad.
“Majelis Diktilitbang berharap adanya kolaborasi lanjutan dalam bidang beasiswa program doktor dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Program awal yang diusulkan adalah Monash–Muhammadiyah Talent Acceleration Program,” lanjutnya.
Menurut Ahmad, terdapat sejumlah skema yang terbuka untuk dikembangkan bersama LPDP.
“Beberapa skema yang terbuka untuk dikolaborasikan dengan LPDP antara lain co-funding beasiswa, program gelar ganda (double degree), serta pembiayaan riset strategis bagi mahasiswa doktor,” imbuhnya.
Dalam diskusi tersebut, LPDP membuka peluang pendanaan pendidikan doktor, termasuk pada bidang-bidang strategis seperti sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Dua periode penerimaan yang dapat dipertimbangkan ialah Januari dan Juli.
Skema pembiayaan bersama juga berpeluang dikembangkan dengan komposisi 50:50. Perguruan tinggi dapat mendukung biaya pendidikan, sedangkan LPDP membantu biaya hidup sesuai ketentuan. Skema tersebut bersifat inklusif dan tetap menerapkan prinsip beasiswa berbasis prestasi.
LPDP juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam mendorong kader-kader Muhammadiyah mempersiapkan studi lanjut. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi program beasiswa, pembekalan persyaratan, serta kegiatan persiapan lainnya agar para calon pelamar mampu mengikuti berbagai skema yang tersedia.
Karena itu, Muhammadiyah akan memperkuat jalur pengembangan talenta serta mempersiapkan lulusan dan dosen potensial dari PTMA agar memiliki kesiapan akademik dan administratif untuk mengikuti seleksi LPDP.
Kolaborasi dengan Monash juga diarahkan untuk mengintegrasikan pendidikan doktoral dengan penelitian strategis melalui riset bersama, pembimbingan bersama, dan dukungan pembiayaan riset. Kemungkinan program double degree atau joint degree akan dikaji lebih lanjut dari aspek akademik, pembiayaan, penerimaan mahasiswa, dan pengakuan gelar.
Sebagai tindak lanjut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengembangkan konsep Monash–Muhammadiyah Talent Acceleration Program yang nantinya dapat diperluas bersama perguruan tinggi lain di luar negeri.
PP Muhammadiyah juga akan menyusun program persiapan studi lanjut bagi lulusan dan dosen PTMA. Berbekal kerja sama yang telah dibangun, calon pelamar diharapkan dapat segera mengurus letter of acceptance (LoA) dan memperoleh calon pembimbing dari Monash sebagai bagian dari persyaratan awal pendaftaran beasiswa LPDP. (muhammadiyah.or.id)

