MPKS PP Muhammadiyah Siapkan Pengiriman Tim Psikososial KawanMu ke Sumatera Utara
INFOMU.CO ! MEDAN — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKS PPM) menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pimpinan MDMC PP Muhammadiyah, MDMC Sumatera Utara, MPKS PWM Sumatera Utara, serta Tim Respons Bencana Sumatera Utara, Senin malam (29/12/2025).
Rapat ini digelar sehubungan dengan rencana pengiriman Tim Psikososial KawanMu (Korps Relawan Muhammadiyah) MPKS PP Muhammadiyah yang berada di bawah koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara.
Hadir dalam rapat koordinasi secara virtual antara lain Jasra Putra Selaku Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Misran Lubis (MPKS PPM), Fitria Emazola, Mursito (MDMC PP Muhammadiyah), Nata (MDMC PPM), Dr. Mohammad Yusri, M.Si (Ketua MPKS PWM Sumut), Rafdinal, Robi Fanreza dan Nursyuhuddin Oden (MPKS PWM Sumut), Sekretaris MDMC Sumut sekaligus Ketua Poskorwil Irsan Armadi dan Sri Ngayomi, M.Psi., Psikolog.
Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan mematangkan persiapan penempatan relawan agar pelaksanaan layanan psikososial berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Agenda utama rapat malam ini meliputi penjelasan rencana penempatan relawan psikososial KawanMu-MPKS, update situasi dan lokasi layanan dari MDMC, informasi terbaru dari Pos Koordinasi Wilayah Sumatera Utara, serta diskusi teknis persiapan lapangan,” ujar Jasra.
Relawan KawanMu Sudah Dikick Off dan Dilatih
Jasra menjelaskan, MPKS PP Muhammadiyah telah melakukan kick off KawanMu pada 20 Desember 2025, bersamaan dengan pelatihan relawan psikososial. Dari sekitar 500 pendaftar relawan se-Indonesia, sejauh ini telah dilakukan dua gelombang pelatihan intensif.
“Pelatihan pertama diikuti 20 orang di Jakarta selama tiga hari, kemudian pelatihan kedua juga berlangsung selama tiga hari. Ke depan, kami menargetkan pelatihan tahap ketiga di beberapa provinsi dengan masing-masing sekitar 30 relawan,” jelasnya.
Relawan tahap pertama direncanakan mulai diberangkatkan pada 5 Januari 2026, dengan masa penugasan sekitar satu bulan. Sebelum bertugas, para relawan akan menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit Islam Muhammadiyah.
Tim Pendahulu dan Target 1.000 Relawan
Untuk memastikan kesiapan lokasi, Jasra menyebutkan bahwa tim pendahulu akan lebih dulu diberangkatkan ke Sumatera Utara pada 2 Januari 2026.
“Saya akan berangkat sebagai tim pendahulu untuk memastikan kesiapan lokasi penempatan, koordinasi wilayah, serta persiapan teknis lainnya,” katanya.
MPKS PP Muhammadiyah menargetkan pembentukan hingga 1.000 relawan KawanMu, meskipun saat ini baru sekitar 70 relawan yang siap diberangkatkan dalam tahap awal dan kedua.
Fokus Layanan di Langkat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan
Sementara itu, Ketua Pos Koordinasi Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Irsan Armadi, memaparkan kondisi terkini wilayah terdampak bencana. Ia menyebutkan bahwa fokus layanan saat ini berada di tiga kabupaten, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
“Di Kabupaten Langkat, Muhammadiyah masih menjalankan tujuh pos layanan yang mencakup bantuan logistik, pemeriksaan kesehatan, layanan psikososial, dan pendidikan darurat,” jelas Irsan.
Ia menambahkan bahwa layanan psikososial sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penyintas yang masih mengalami dampak psikologis pascabencana banjir.
Penguatan Relawan Lokal dan Kolaborasi
Irsan juga menyampaikan bahwa Poskorwil Muhammadiyah Sumut telah melaksanakan tiga fase pelatihan psikososial, masing-masing melibatkan 40–68 peserta yang berasal dari dosen, guru, dan mahasiswa.
“Kehadiran relawan KawanMu dari MPKS diharapkan dapat memperkuat kapasitas relawan lokal yang sudah kami latih, sehingga kolaborasi ini bisa lebih berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam memastikan pengiriman dan penempatan relawan psikososial Muhammadiyah di Sumatera Utara berjalan optimal, terintegrasi, serta mampu menjawab kebutuhan para penyintas bencana.(bess)

