Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS
INFOMU.CO | Jakarta – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan negara-negara Muslim memperkuat aliansi regional tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Dalam pesan Hari Arafah yang dirilis Selasa, ia menyatakan pengaruh Washington di Timur Tengah terus melemah dan sedang menuju akhir.
Khamenei mengatakan negara-negara Muslim memiliki kepentingan bersama untuk membentuk konfigurasi politik dan keamanan baru di kawasan. Menurut dia, perubahan geopolitik yang berlangsung saat ini tidak lagi memberi ruang bagi dominasi militer Amerika seperti sebelumnya.
“Umat muslim global dan bangsa-bangsa di kawasan ini memiliki banyak kemampuan dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan arsitektur masa depan kawasan dan dunia,” tulisnya dalam pesan Hari Arafah kepada jemaah haji asal Iran, Selasa (26/5/2026), dikutip dari Press TV.
Ia menegaskan negara-negara di kawasan tidak akan lagi menjadi pelindung pangkalan militer Amerika Serikat. “Waktu tidak akan berputar kembali, dan bangsa-bangsa serta wilayah-wilayah di kawasan ini tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan AS,” kata Khamenei.
Dalam pesan tersebut, Khamenei juga menilai Amerika Serikat makin kehilangan posisi strategisnya di Timur Tengah. Ia menyebut masa depan kawasan akan ditentukan oleh negara-negara Muslim dan kebangkitan peradaban Islam baru.
Khamenei menyebut Front Perlawanan yang membentang dari Iran, Lebanon, Palestina, Irak, Suriah, Yaman hingga Afghanistan dan Pakistan berperan menghadapi pengaruh Amerika Serikat, menekan Israel, dan melawan kelompok Daesh.
Dia juga menegaskan prediksi ayahnya, Ali Khamenei tentang Israel yang tak akan bertahan selama 25 tahun. Sambil menyebut Negara Zionis itu sebagai “tumor ganas”, Khamenei mengatakan rezim Israel sedang mendekati keruntuhan.
Pada bagian lain, Khamenei menyebut Iran berhasil menghadapi serangan terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam. Ia mengklaim operasi militer Iran mampu menekan Israel dan menggagalkan upaya musuh memaksa Teheran menyerah.
“Republik Islam berhasil membuat rezim Zionis tak berdaya di bawah serangan-serangan beratnya, memberikan tamparan keras kepada Amerika yang agresif, dan menggagalkan tujuan musuh untuk memaksa Iran menyerah,” demikian isi pesan itu.
Ia juga memuji Angkatan Bersenjata Iran dan kelompok sekutunya di Lebanon atas apa yang disebut sebagai “kemenangan luar biasa” melawan “pasukan teroris Amerika-Zionis.”
Khamenei juga berterima kasih kepada masyarakat Iran yang solid. Pascakematian Ayatollah Ali Khamenei, dia menilai masyarakat Iran menunjukkannya melalui aksi massa dan dukungan terhadap militer negara.
Menurut dia, mobilisasi publik itu menunjukkan daya tahan Iran menghadapi tekanan eksternal. “Bangsa tersebut mengejutkan dunia” melalui partisipasi massal dan ketahanannya setelah peristiwa itu.
Menutup pesannya, Khamenei menempatkan ibadah haji sebagai momentum konsolidasi politik umat Islam global. Ia menyerukan persatuan negara-negara Muslim, dukungan bagi Palestina, dan perlawanan terhadap kekuatan yang disebutnya sebagai penindas dunia.
“Matilah Amerika dan Matilah Israel akan menjadi semboyan bersama umat Islam dan kaum tertindas di dunia, terutama kaum muda,” ujar Khamenei. (jakartamu)

