Makkah Akan Gelap Gulita Akibat Gerhana Matahari Total, Simak Jadwalnya
INFOMU.CO | Jakarta – Badan Antariksa Arab Saudi (SSA) mengumumkan Kerajaan akan menyaksikan gerhana matahari total terlama abad ini setelah 75 tahun. Fenomena astronomi langka ini akan mengubah siang hari menjadi gelap gulita untuk sementara waktu.
Dilansir dari SPA, Minggu (19/7/2026), jalur gerhana matahari total ini akan melintasi sebagian besar wilayah barat dan selatan Arab Saudi. Negara tetangga, Mesir, diperkirakan akan mencatat durasi maksimum.
Menurut keterangan SSA, kegelapan total akan berlangsung sekitar 6 menit di daerah selatan seperti Abha dan sekitar 5 menit 50 detik di wilayah Jeddah dan sebagian pantai barat. Makkah sendiri termasuk wilayah Arab Saudi bagian barat.
“Matahari mungkin tertutup hingga 80 persen di beberapa wilayah, dengan persentase dan durasi yang bervariasi tergantung pada lokasinya,” sebut SSA.
Arabia Weather melaporkan efek totalitas akan berlangsung di wilayah barat Arab Saudi terutama Makkah. Sinar matahari akan hilang 100 persen sekitar lima menit.
Jadwal Gerhana Matahari Total Abad Ini
Tanggal gerhana matahari total: 2 Agustus 2027/29 Safar 1449 H
Awal gerhana sebagian: 12.01.58
Awal gerhana total: 13.24.06
Puncak gerhana total: 13.26.41
Akhir gerhana total: 13.29.16
Akhir gerhana sebagian: 14.53.25
Bagi yang ingin menyaksikan gerhana matahari total abad ini, diimbau mengikuti panduan keselamatan. Hindari melihat matahari secara langsung tanpa kacamata pelindung khusus atau teropong dengan filter khusus.
Anjuran bagi Umat Islam Saat Gerhana Matahari
Islam memandang gerhana matahari sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslim salat dua rakaat dan memperbanyak doa serta zikir saat terjadi gerhana.
Diriwayatkan dari Al-Mughirah Ibnu Syu’bah RA, dia berkata:
إِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ, فَقَالَ النَّاسُ: انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا الِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا، فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: “Pada zaman Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru: Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdoalah kepada Allah dan salatlah sampai kembali seperti semula.” (Muttafaq ‘Alaih) (dtk)

