Majelis Tabligh-Dikdasmen & PNF PWM Sumut Bersinergi, 29 Guru ISMUBA Diperkuat Jadi Kader Muballigh Muhammadiyah
INFOMU.CO, Medan – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM Sumut) berkolaborasi dengan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PWM Sumut menggelar “Pelatihan Kader Mubaligh/Muballighat Muhammadiyah tingkat wilayah Sumatera Utara”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 17–20 September 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara.
Sebanyak 29 guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) dari berbagai daerah, mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari penguatan kaderisasi dakwah Muhammadiyah. Para peserta mendapatkan pembekalan wawasan keislaman dan Kemuhammadiyahan, strategi dakwah, komunikasi, public speaking, dakwah digital, manhaj tarjih, hingga praktik penyampaian materi dakwah.
Pelatihan tersebut merupakan angkatan ke-10. Dari angkatan pertama hingga kesembilan, tercatat sekitar 450 kader telah mengikuti program serupa. Dengan tambahan 29 peserta tahun ini, total kader mubaligh/muballighat yang telah mengikuti pengkaderan tingkat wilayah PWM Sumut mencapai 479 orang.
Hadir dalam penutupan pelatihan ini, Wakil Ketua PWM Sumut yang membidangi Majelis Tabligh dan MPI Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag Ketua Majelis Tabligh PWM Sumut Dr. Sapri, M.A., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumut Dr. Aswin Bancin, M.Pd., Ketua Panitia Ismail Hasibuan, serta Ketua Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PWM Sumut Dr. Selamat Pohan, M.A.
Ketua Majelis Tabligh PWM Sumut, Dr. Sapri, M.A., menyampaikan bahwa pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga membentuk kader yang mampu berdakwah melalui berbagai media. Dakwah, menurutnya, dapat dilakukan melalui ceramah, tulisan, media digital maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumut, Dr. Aswin Bancin, M.Pd., berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-Majelis di lingkungan PWM Sumut agar pembinaan kader terus berkelanjutan dan melahirkan muballigh/muballighat yang mampu menyampaikan dakwah secara mencerahkan.
Sementara itu, Ketua Panitia Ismail Hasibuan mengatakan peserta telah mendapatkan bekal wawasan keagamaan, Kemuhammadiyahan, teknik berdakwah, serta kemampuan komunikasi. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika peserta kembali ke sekolah dan daerah masing-masing, sekaligus mendorong mereka aktif dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah.
Mewakili peserta, Ngatino, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilainya memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan lanjutan yang direncanakan panitia.
Hal senada disampaikan Noni Risnawelli, M.Pd yang mewakili peserta muballighat. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah masing-masing. Noni juga berpesan agar aktivitas dakwah dilandasi keikhlasan dan istiqamah, bukan semata-mata berorientasi pada imbalan.
Pada acara penutupan, Wakil Ketua PWM Sumut, Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag, secara resmi menutup pelatihan ini. Ia mengingatkan para peserta agar menjaga integritas sebagai guru sekaligus muballigh serta terus mengembangkan kompetensi dakwah. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing dan pembentuk karakter, sedangkan peran sebagai muballigh dapat menyampaikan nilai-nilai Islam dengan benar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Sumatera Utara mencetak kader muballigh/muballighat yang berkarakter dan kompeten terhadap perkembangan zaman. Para kader juga didorong terus meningkatkan kapasitas agar mampu berkiprah hingga tingkat nasional dan internasional. (bess)
