Mahasiswa STIT Muhammadiyah Sibolga-Tapanuli Tengah Bersama Tim KKN MAS Hadirkan Inovasi Eco Signage di Kota Batu
INFOMU.CO | Batu Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 71 sukses merealisasikan program pengabdian masyarakat berbasis kelestarian lingkungan di kawasan wisata Sumber Ngesong, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
Dalam kolaborasi lintas perguruan tinggi Muhammadiyah ini, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Sibolga – Tapanuli Tengah mengambil peran strategis bersama Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung untuk mendorong kemandirian pengolahan sampah di tingkat tapak.
Program unggulan yang diusung difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat serta pengunjung melalui implementasi media eco signage, penyediaan sarana pemilahan sampah, hingga aksi kuratif kebersihan lingkungan secara langsung.
Langkah ini diambil menyusul hasil observasi mendalam yang dilakukan tim KKN MAs Kelompok 71 di lapangan. Kunjungan wisatawan serta aktivitas rutin warga di kawasan Sumber Ngesong dinilai membutuhkan fasilitas penunjang serta edukasi visual yang persuasif agar integritas ekosistem lokal tetap terjaga.
Sebagai solusi edukatif jangka panjang, mahasiswa merancang dan memasang papan eco signage—media informasi visual yang berisi instruksi serta pesan moral pentingnya menjaga kebersihan ekologis. Tidak berhenti di situ, tim KKN MAs juga menyerahkan seperangkat tempat sampah terpilah dan papan edukasi pengelolaan sampah untuk ditempatkan pada titik-titik strategis.
Inisiatif tersebut disempurnakan dengan aksi gotong royong pembersihan area Sumber Ngesong. Para mahasiswa turun langsung memungut dan menata sampah guna memberikan keteladanan nyata (leading by example) kepada masyarakat sekitar.
Keterlibatan aktif STIT Muhammadiyah Sibolga-Tapteng dalam agenda nasional KKN MAs ini menegaskan komitmen perguruan tinggi persyarikatan dalam menghadirkan kiprah nyata di tengah masyarakat. Melalui sinergi antar-kampus Muhammadiyah, pilar kepedulian lingkungan yang diusung diharapkan memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Punten. (Agus Fadli)

