Medan, InfoMu.co – Keberangkatan mahasiswa Fakultas Kedokteran ( FK) UMSU Shofia Rahmah Harahap mengikuti program IISMA ( Indonesia Internasional Student Mobility Awards) selama satu smester di National Univesitu of Ireland, Gaiway, Irlandia, masih menyisakan beberapa cerita lucu. Putri Zulfan Harahap itu berangkat sendiri, karena ia satu-satunya mahasiswa FK UMSU atau mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dari Sumatera Utara yang lolos mengikuti program IISMA.
Melepas Shofia tentu saja membuka haru Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, Wakil Rektor I Prof. Dr, Muhammad Arifin, WR II Dr. Akrim dan WR III Dr. Rudianto. Rasa haru juga tampak diwajah kedua orangtua Shofia saat Rektor menyerahkan tali asih dari UMSU kepada mahasiswa FK semester IV itu.
Rektor berpesan, kalau ada waktu luang (diluar jam kuliah) coba juga berbagi pengalaman kepada kawan-kawan di tanah air, seperti apa pengalaman Shofia mengikuti program ‘ Kampus Merdeka, Merdeka Belajar’ di Eropah yang jauh dari tanah air. Banyak cerita yang bisa disampaikan, kata Rektor, mulai dari budaya, tradisi belajar mahasiswa eropa, makanan sampai lokasi-lokasi wisata yang menarik. Kata Rektor, cerit itu menarik karena dapat memotivasi mahasiswa lain untuk ikut pada kompetisi lainnya.
Lain Rektor, lain pula harapan WR I Muhammad Arifin yang biasa disapa ‘ayah’ itu agar nanti di Irlandia tidak lupa untuk menggunakan jaket almamater UMSU. ” Bawa begaya jugalah jaket UMSU di sana,” kata Ayah Ifin. Diingatkan juga Shofia ke Irlandia adalah untuk belajar, timba ilmu sebanyak-banyaknya, jangan lewatkan peluang terbaik itu. ” Jangan pula, karena mumpun sedang di Eropah, asik bejalan saja, tidak pula fokus belajar,” pesan ayah Ifin lagi.
Daun Ubi Tumbuk
Bagi Shofia yang orang tapanuli maka persoalan makanan akan menjadi cerita yang asik untuk didengar bagaimana caranya ia beradaptasi. Zulfan Harahap, ayah Shofia memang sudah membekali putrinya bagaimana menyiasati hidup di Eropa. Kalau teringat makanan daerah, seperi daun ubi tumbuk, gulai dan ikan sambal pastilah akan dirasakan Shofia.
Sebelum berangkat, ibu Shofia yang boru Panjaitan itu, pastilah akan membekali putri tersayangnya itu dengan berbagai menu khas daerah untuk membekali putrinya selama beradaptasi dengan makanan di Irlandia itu. (syaifulh)

