• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kurban Sapi untuk Lebih dari Tujuh Orang, Bisakah?

Lima Adab Menyembelih Hewan Kurban Menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
7 Juli 2022
in Tarjih
86

Yogyakarta, InfoMu.co – Islam sebagai agama yang sempurna mengatur banyak hal, termasuk dalam penyembelihan hewan kurban. Berikut beberapa adab menyembelih hewan kurban yang disampaikan oleh Fuad Zein, Ketua Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada (6/7).

Mengenai adab-adab menyembelih hewan kurban tersebut disampaikan Fuad di acara Diskusi Publik Penyakit Mulut Kuku Sapi dan Derita Peternak; Rakyat Harus Bagaimana?? yang diadakan MPM PP Muhammadiyah.

Adab pertama yaitu menggunakan pisau yang tajam, Fuad Zein menjelaskan, penggunaan pisau yang tajam agar hewan kurban tidak tersakiti terlalu lama. Adab ini merupakan perintah yang sesuai dengan Habi Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan dalam oleh Imam Muslim.

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.”

Adab kedua jangan mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih. Sebab hewan akan merasa takut atau justru stres saat melihat pisau di hadapannya. Adab ini juga memiliki dasar pada hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah.

“Rasulullah saw memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.”

Adab selanjutnya atau yang ketiga adalah menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat. Disebutkan dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21: 196: Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Fuad Zein menjelaskan bahwa, cara yang tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih adalah dengan memposisikan kepala di Selatan, kaki di Barat, dan leher menghadap ke Barat. Ia menceritakan ihwal alasan dibaringkannya hewan sebelah kiri, setelah berkonsultasi dengan dokter hewan ia menemukan jawabannya.

“Karena organ itu kebanyakan berada di posisi sebelah kiri, sehingga lebih nyaman dibaringkan sebelah kiri, sehingga kalau dibaringkan ke sebelah kanan, karena organ banyak di sebelah kanan maka nanti organ akan menindih sebelah kiri, nanti dikhawatirkan akan mempengaruhi diafragma”. Tuturnya.

Adab keempat, membaringkan hewan yang akan disembelih di atas lambung sebelah kiri. Imam an-Nawawi dan para ulama sepakat, bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri. Karena ini akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher dengan tangan kiri.

Adab kelima adalah dengan menginjakan kaki di leher hewan. Adab ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah meletakkan kakinya di leher hewan tersebut, membaca basmalah dan bertakbir, kemudian menyembelih dua ekor domba dengan tangannya sendiri. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: adabqurban
Previous Post

PCIM Arab Saudi gelar Temu Akbar Haji Muhammadiyah di Mekkah

Next Post

MUI Sumut Bangun Spirit Koperasi Syariah dan Warung Wakaf di Serdang Bedagai

Next Post
MUI Sumut Bangun Spirit Koperasi Syariah dan Warung Wakaf di Serdang Bedagai

MUI Sumut Bangun Spirit Koperasi Syariah dan Warung Wakaf di Serdang Bedagai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.