• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Pesantren Muhammadiyah Kwalamadu Gelar Kajian Dhuha Ramadan

Kajian Dhuha Pesantren Muhammadiyah Kwalamadu

Lewat Akreditasi, Pesantren Muhammadiyah Harus Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
5 Januari 2026
in Sekolah
0
Lewat Akreditasi, Pesantren Muhammadiyah Harus Mampu Jawab Tuntutan Zaman

INFOMU.CO |  Yoqyakarta – Pesantren Muhammadiyah tidak cukup hanya hidup dan berjalan. la harus bertumbuh, tertata, dan dipercaya oleh umat. Karenanya, akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting untuk membangun “Budaya Mutu” di lingkungan pesantren Muhammadiyah.

“Di situlah pentingnya penjaminan mutu,” kata Maskuri, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat menetapkan hasil akreditasi sembilan Pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia pada Rabu (31/12).

Melalui keputusan yang termuat dalam Keputusan Nomor 257/KEP/I.14/A/2025, penjaminan mutu menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat tata kelola pesantren yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing.

Penjaminan mutu pesantren, lanjut Maskuri, tidak dimaksudkan sebagai ajang kompetisi, apalagi sekadar pemberian label administratif.

“Penjaminan mutu pesantren ini adalah bagian dari ikhtiar panjang Muhammadiyah untuk memastikan pesantren-pesantrennya dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan,” ujarnya.

Mutu menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar. Pesantren Muhammadiyah harus mampu menjawab tuntutan zaman tanpa kehilangan ruh keislaman dan nilai- nilai ideologis Muhammadiyah.

“Pesantren Muhammadiyah tidak cukup hanya hidup dan berjalan. la harus bertumbuh, tertata, dan dipercaya oleh umat. Di situlah pentingnya penjaminan mutu,” tegas Maskuri.

Maskuri menilai, standarisasi mutu ini sangat penting agar kuantitas yang tumbuh pesat diikuti oleh penguatan kualitas yang terukur dan berkelanjutan

Hal senada juga disampaikan Ketua Unit Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah (UPM PM), Toni Toharudin. Ia mengatakan, aturan akreditasi ini adalah langkah besar untuk mewujudkan pesantren yang mampu melahirkan generasi Qur’ani dengan kompetensi global.

Prosesnya, jelas Toni, dilakukan secara sistematis, objektif, dan berbasis instrumen penilaian yang terukur.

“Tim asesor telah melaksanakan visitasi dan penilaian secara menyeluruh terhadap pesantren Muhammadiyah. Setiap pesantren dinilai berdasarkan indikator mutu yang mencakup aspek kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, kurikulum, serta sarana dan prasarana,” terangnya.

Dijelaskannya, dominasi predikat Unggul menunjukkan kesiapan pesantren Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan pesantren dengan standar mutu yang konsisten.

“Hasil ini bukan akhir, tetapi menjadi peta mutu yang dapat digunakan pesantren untuk terus meningkatkan kualitasnya,” imbuh Toni.

Ia berharap LP2 PPM bersama UPM PM terus mengontrol perkembangan pelaksanaan rekomendasi yang diberikan pasca-akreditasi.

Sementara Sekretaris Tim Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah Dinan Hasbudin, mengungkapkan proses akreditasi pesantren Muhammadiyah meliputi delapan tahapan mekanisme akreditasi pesantren Muhammadiyah. Di antaranya meliputi tahapan identifikasi sasaran, sosialisasi, asesmen kecukupan, visitasi asesor, hingga validasi dan verifikasi hasil.

“Dalam sejarah kepesantrenan di Indonesia, akreditasi pesantren Muhammadiyah ini mungkin merupakan yang pertama,” jelasnya.

Status akreditasi ini akan berlaku selama empat tahun ke depan. Pesantren wajib untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu sesuai standar yang ditetapkan.

Menurut Dinan, proses penjaminan mutu juga menyangkut penataan data dan transparansi informasi. Karenanya, kerapian data menjadi fondasi penting bagi pengembangan pesantren ke depan, termasuk dalam konteks akreditasi nasional, kerja sama, dan kepercayaan publik.

“Data yang valid dan tertib akan memudahkan pesantren dalam pengembangan kelembagaan, akreditasi lanjutan, serta membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Hasil Akreditasi Pesantren Muhammadiyah

  1. Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Al-Amin Bojonegoro Jawa Timur, Jawa Timur: Skor 97 (A/Mumtaz/Unggul)
  2. Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar Sulawesi Selatan: Skor 96 (A/Mumtaz/Unggul)
  3. Pondok Pesanten Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan: Skor 94 (A/Mumtaz/Unggul)
  4. Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok Banyumas Jawa Tengah: Skor 93 (A/Mumtaz/Unggul)
  5. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut Jawa Barat: Skor 91 (A/Mumtaz/Unggul)
  6. Pondok Pesantren Muhammadiyah At- Tanwir Metro Lampung: Skor 90 (A/Mumtaz/Unggul)
  7. Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna Jawa Barat: Skor 89 (A/Mumtaz/Unggul)
  8. Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan Jawa Timur: Skor 87 (A/Mumtaz/Unggul)
  9. Pondok.Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan Kalimantan Timur: Skor 76 (B/Jayyid Jiddan/Baik Sekali)

Dengan hasil ini, LP2-PPM berharap Pesantren Muhammadiyah tidak hanya menjadi pusat pendidikan keislaman. Tetapi juga pusat kaderisasi, penguatan karakter, dan pengembangan peradaban Islam yang berkemajuan. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: akreditasipesantren
Previous Post

Sekum PP Muhammadiyah Apresiasi Pembangunan Venue Muktamar 49

Next Post

Bencana Tapanuli Selatan, Muhammadiyah Dirikan 31 Hunian Darurat di Batuhula

Next Post
Bencana Tapanuli Selatan, Muhammadiyah Dirikan 31 Hunian Darurat di Batuhula

Bencana Tapanuli Selatan, Muhammadiyah Dirikan 31 Hunian Darurat di Batuhula

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.