LAPK Minta Pertamina Jelaskan Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
INFOMU.CO | Medan – PT Pertamina (Persero) diminta memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), menyusul terjadinya antrian kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kota Medan. Antrian kendaraan terlihat di beberapa SPBU di Kota Medan dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Ketua LAPK ( Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen) Padian Adi S. Siregar (foto) menjelaskan itu seputar terjadinya antrean BBM di beberapa SBPU di Medan. Hal yang sama terjadi di beberapa daerah di Sumatera Utara dan Aceh.

Sekretaris LAPK Sumut
Kata Padian, kondisi ini diduga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia serta pasokan energi secara global.
Situasi geopolitik yang memanas seringkali berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia. Pemberitaan mengenai potensi kenaikan harga minyak tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap kemungkinan kenaikan harga BBM atau gangguan distribusi di dalam negeri. Akibatnya, sebagian masyarakat memilih untuk membeli BBM lebih banyak dari biasanya, sehingga menimbulkan antrian di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera direspons dengan komunikasi yang jelas dan transparan dari pihak terkait, khususnya Pertamina sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap distribusi BBM nasional, kata Padian. Penjelasan resmi mengenai kondisi stok, distribusi, serta jaminan ketersediaan BBM dinilai penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Keterbukaan informasi kepada publik merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas situasi di tengah masyarakat. Dengan adanya penjelasan resmi dari Pertamina, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian mengenai kondisi pasokan BBM dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar.
Padian menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Pembelian BBM sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan normal dan tidak memperparah antrian di SPBU. Perilaku panic buying justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan, meskipun pada kenyataannya pasokan BBM masih tersedia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat bersikap bijak serta tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.
LAPK berharap, pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan, guna memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Stabilitas distribusi energi sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, Pertamina, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar distribusi BBM tetap terjaga dan situasi di masyarakat tetap kondusif. (Syaifulh)

