• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kiat Abdul Mu’ti Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah

Kiat Abdul Mu’ti Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
29 April 2026
in Pendidikan
0

Kiat Abdul Mu’ti Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah

INFOMU.CO |  Purwokerto – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti masih tingginya angka anak tidak sekolah (ATS). Pemerintah menyiapkan penguatan akses pendidikan melalui jalur formal, nonformal, dan informal. Langkah ini difokuskan pada kelompok yang sulit menjangkau sekolah.

“Memang sekarang ini tantangan kita adalah masih tingginya anak yang tidak sekolah karena berbagai faktor, mulai dari ekonomi, domisili, sosial budaya, hingga faktor keamanan dan keterbatasan sarana prasarana,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026) siang, dilansir Antara.

Ia mengatakan pemerintah berupaya menghadirkan pendidikan yang lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai jalur. Program yang diperkuat antara lain Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sekolah satu atap, program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, serta sekolah terbuka.

“Bentuknya tidak harus selalu pendidikan formal, tetapi bisa melalui pendidikan nonformal dan informal agar lebih mudah diakses oleh masyarakat,” katanya.

Selain memperluas akses, pemerintah juga memastikan keterjangkauan biaya melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk PKBM sesuai jumlah peserta didik. Fleksibilitas pembelajaran disiapkan untuk menjangkau warga yang tidak bisa mengikuti pendidikan formal karena pekerjaan atau kondisi tertentu.

“Kami juga memberikan layanan pembelajaran jarak jauh (distance learning) sehingga mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Menurut Mu’ti, PKBM tidak hanya menyelenggarakan program kesetaraan, tetapi juga kursus dan pelatihan yang memberi keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja. Pemerintah juga membentuk direktorat khusus untuk menangani pendidikan nonformal dan informal serta mempermudah perizinan PKBM melalui pemerintah daerah.

“Izinnya cukup oleh bupati atau wali kota agar lebih dekat dengan masyarakat,” kata Mu’ti.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyerahkan 21 izin baru PKBM untuk memperluas akses pendidikan. PKBM di wilayahnya diarahkan pada pengembangan keterampilan hidup agar peserta didik dapat mandiri.

Ia mencontohkan, warga yang tertarik beternak kambing akan mendapat dukungan dari pemerintah daerah. “Harapannya, dengan PKBM itu mereka bisa hidup mandiri, tidak hanya bergantung pada pendidikan formal,” katanya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan insentif bagi tenaga pendidik yang terlibat dalam PKBM, termasuk guru pensiunan yang bersedia menjadi relawan. “Banyak guru yang sudah pensiun dan siap mengabdi sebagai relawan PKBM,” kata Sadewo. (jakartamu)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: abdul mutipendidikan
Previous Post

Rakor LPCRPM Ungkap Capaian PWM Sumatera Utara, Peringkat 5 Nasional PCM dan 2 Nasional PRM pada Rapot SICARA 2026

Next Post

Berdasarkan KHGT, Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026

Next Post
Bareng Muhammadiyah, Ini Negara-negara yang Rayakan Idul Fitri pada 21 April 2023

Berdasarkan KHGT, Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.