Kiai Saad Ibrahim: Ekoteologi Islam Mengajarkan Umat Menjaga Alam
INFOMU.CO | Ngawi – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari ajaran Islam.
Menurutnya, Al-Qur’an menggambarkan idealitas sebuah negeri sebagai “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” yakni negeri yang baik dengan Tuhan Yang Maha Pengampun. Sebaliknya, ada pula gambaran negeri yang buruk dan penuh azab karena kerusakan yang ditimbulkan manusia.
“Yang paling ideal adalah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Jangan sampai menjadi baldatun khabitsatun wa rabbun mu’adzibun, negeri yang rusak dan mendapatkan azab,” ujar Saad pada (7/3) dalam Pengajian Ramadan 1447 H oleh PDM Ngawi..
Ia menjelaskan bahwa menjaga negeri yang baik harus diwujudkan melalui upaya pelestarian alam secara berkelanjutan. Salah satunya dengan menjaga keseimbangan antara aktivitas menebang dan menanam pohon.
“Upayakan keseimbangan antara menebang dengan menanam. Bahkan jauh lebih banyak menanam,” tegasnya.
Mengutip pesan Nabi Muhammad tentang pentingnya menanam pohon sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi. Dalam hadis disebutkan, seseorang tetap dianjurkan menanam meskipun mengetahui kiamat akan terjadi esok hari.
“Andai kata seseorang tahu besok kiamat, di tangannya ada bibit tanaman, maka tanamlah,” kata Kiai Saad menirukan sabda Nabi.
Pesan itu, menurutnya, mengajarkan agar manusia tidak berpikir sempit tentang manfaat langsung dari tindakan menanam. Ia menekankan bahwa banyak pohon yang buahnya dinikmati generasi setelah penanamnya.
“Boleh jadi orang yang menanam dulu tidak pernah makan buahnya, tetapi kita yang menikmatinya,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa negara bahkan berhasil mengubah kawasan gersang menjadi subur melalui upaya serius dalam pengelolaan lingkungan. Hal itu menunjukkan bahwa manusia dapat memperbaiki alam jika memiliki kesadaran dan kemauan.
“Kadang-kadang justru bukan orang Islam yang terinspirasi oleh Al-Qur’an, tetapi mereka mampu mengubah kawasan pasir menjadi kawasan yang subur,” ungkapnya.
Oleh karena itu menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan. Karena itu, umat Islam perlu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. (muhammadiyah.or.id)

