Ketum PP ‘Aisyiyah: Nasyiatul Aisyiyah Harus Jadi Srikandi Penjaga Peradaban.yang Tangguh dan Berakhlak
INFOMU.CO | Yogyakarta – Berikan pengarahan pada Resepsi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah pada Sabtu (16/5/2026), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan apresiasi atas tema yang diusung tahun ini yakni “Srikandi Penjaga Peradaban.” Salmah menilai tema tersebut menggambarkan semangat perempuan muda Muhammadiyah yang tangguh, berani, cerdas, dan berkarakter kuat dalam menjaga arah peradaban bangsa.
“Istilah srikandi menggambarkan perempuan muda Indonesia yang tangguh, berani, cerdas, dan cantik. Sementara diksi penjaga peradaban adalah pilihan kata yang sangat luar biasa. Setelah sebelumnya berbicara tentang membentuk dan mencerahkan, kini kita berbicara tentang menjaga. Ini berarti dibutuhkan perempuan-perempuan muda yang tidak hanya pintar dan cerdas, tetapi juga kuat, tangguh, memiliki nyali besar, serta kekuatan moral dan akhlak yang tinggi,” ujar Salmah.
Menurutnya, menjaga peradaban merupakan tugas besar yang harus berpijak pada landasan agama yang kokoh, sekaligus kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Ia menegaskan bahwa agama menjadi fondasi utama dalam membentuk moral dan budaya manusia, yang pada akhirnya melahirkan kehidupan yang damai, adil, tenteram, dan bermartabat.
Salmah mencontohkan jejak para nabi sebagai teladan dalam membangun dan menjaga peradaban. Mulai dari Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, hingga Nabi Muhammad saw yang menyempurnakan sistem peradaban manusia dengan mentransformasi masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat berilmu, membangun sistem sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan, serta memuliakan perempuan dan kelompok-kelompok lemah.
“Jejak para Nabi menunjukkan bahwa peradaban bisa bertahan dan maju karena disertai kekuatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, khususnya perempuan muda, dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Salmah juga menegaskan bahwa di balik lahirnya generasi unggul, selalu ada perempuan-perempuan tangguh yang menanamkan nilai, adab, ilmu, dan akhlak. Karena itu, menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga peradaban di era modern.
“Menjadi penjaga peradaban hari ini berarti kita harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan dakwah Islam berkemajuan terus menyinari kehidupan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah untuk menjadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap karya sebagai dakwah, dan setiap pengabdian sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia yang berkemajuan.
“Ketika perempuan kuat dalam iman, luas dalam ilmu, dan tulus dalam pengabdian, maka ia bukan hanya membangun keluarga, tetapi juga menjaga peradaban,” tegas Salmah.
Menutup sambutannya, Salmah memberikan pesan penuh semangat kepada seluruh kader muda Nasyiatul Aisyiyah. “Teruslah menjadi cahaya, teruslah menjadi penggerak, dan teruslah menjadi Srikandi Penjaga Peradaban,” pungkasnya.
Acara yang dimeriahkan dengan pagelaran wayang ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, (Suri)

