Ketua PDM Kota Gunungsitoli Tekankan Pentingnya Pengkaderan dan Warisan Perjuangan
* PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Gunungsitoli Gelar Darul Arqam
INFOMU.CO | Gunungsitoli – Ketua PDM Gunungsitoli Ahmad Irfan Zebua, S.Kom., M.Pd., memberikan bimbingan dan arahan pada pelaksanaan kegiatan Pengkaderan Darul Arqam yang diselenggarakan oleh PD. Nasyiatul Aisyiyah Kota Gunungsitoli. Kegiatan Darul Arqam berlangsung di Gedung SMP Swasta Muhammadiyah 32 Gunungsitoli Kamis (14/05/2026).
Kegiatan Darul Arqam dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Gunungsitoli, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Nias Utara, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Gunungsitoli, Pimpinan Daerah Nasyiatul, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Aisyiyah, Unsur Pimpinan Cabang Fatayat, Ketua KAHMI.
Ketua PDM Gunungsitoli Ahmad Irfan Zebua menegaskan bahwa pengkaderan merupakan jantung gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada besarnya amal usaha maupun bangunan fisik, tetapi pada kualitas kader yang terus dilahirkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Mengkader sejatinya adalah menitipkan nafas perjuangan kepada zaman. Saat kita membina kader muda dalam Darul Arqam ini, sesungguhnya kita sedang menanam benih masa depan dakwah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ahmad Irfan Zebua juga menekankan bahwa kader Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sejarah, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan dan pembawa solusi di tengah masyarakat. “Kita tidak membutuhkan kader yang hanya pandai berbicara, tetapi kader yang mampu melahirkan karya nyata dan meninggalkan jejak perjuangan bagi umat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Irfan Zebua menyampaikan beberapa poin penting kepada peserta Darul Arqam, di antaranya penguatan ideologi Muhammadiyah, pembangunan tradisi keilmuan, penguatan semangat pengabdian, serta pentingnya meninggalkan warisan perjuangan melalui kaderisasi, karya sosial, pendidikan, dan dakwah.
Ia mengajak kader Nasyiatul Aisyiyah untuk menjadi perempuan Muhammadiyah yang berkemajuan, cerdas, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan identitas keislaman dan kemuhammadiyahan.
Menurutnya, kader perempuan Muhammadiyah harus mampu menjadi teladan di tengah keluarga, masyarakat, maupun ruang publik serta aktif menghadirkan dakwah yang mencerahkan. “Sifat matahari dalam lambang Muhammadiyah harus hadir dalam diri kader-kader Nasyiatul Aisyiyah, yakni menyinari, menghangatkan, dan memberi manfaat bagi sesama,” tambahnya.
Ketua PDM Kota Gunungsitoli berharap kegiatan Darul Arqam tersebut dapat melahirkan kader-kader perempuan Muhammadiyah yang kuat ideologi, luas wawasan, santun akhlak, cerdas pemikiran, dan tangguh dalam perjuangan dakwah.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, interaktif, dan menjadi momentum penguatan komitmen kader muda Muhammadiyah dalam melanjutkan dakwah Islam berkemajuan di Kota Gunungsitoli. (***)

