Ketua MUI Sumut: Media Sosial Jadi Kebutuhan, Komdigi Diminta Ambil Peran Aktif
- Komdigi MUI Sumut Gelar FGD “Menavigasi Tantangan Baru Dunia Islam”
- Anggota DPD-RI KH.Muhammad Nuh : Media MUI Harus Jadi Referensi Umat
- Infokom-Digital MUI Sumut Rumuskan Strategi Dakwah Digital di Era AI
INFOMU.CO | Medan – Perkembangan Teknologi Informasi menjadikan media sosial dengan berbagai platform yang ada sudah menjadi kebutuhan, menjadi sahabat. Dengan kondisi seperti itu, maka Komdigi (Komisi Informasi dan Digital) Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara harus memainkan peran guna menjadikan informasi yang ada di Majelis Ulama dapat referensi umat.
Penegasan itu disampaikan Ketua DP MUI Sumatera Utara Dr. KH Maratua Simanjuntak dan Anggota DPD-RI yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut KH Muhammad Nuh, pada pembukaan FGD MUI yang bertajuk Media 4.0, Menavigasi Tantangan Baru Dunia Islam. FGD yang diikuiti Ketua dan Sekretaris Bidang serta seluruh anggota Bidang/Komisi Infokom dan Digital, Sabtu sore (21/2).
Hadir pada FGD (Focus Group Discussion) itu, Ketua Bidang Infokom-Digital Akmalkuddin Syahputra, Sekretaris Abdi Azis , Ketua Komisi Ali Syuman Daulay dan Sekretaris Fahri Rozi Sitepu.
Kegiatan FGD terkait dengan media itu dilakukan Bidang/Komisi Infokom Digital untuk mendorong terbangunnnya ekosistem berita dilingkungan Majelis Ulama, mulai dari Dewan Pengurus, Bidang dan Komisi serta Lembaga yang ada.
FGD yang dipandu Dr. Rustam Pakpahan itu menjadi menarik karena banyak ide yang disampaikan peserta guna terbangunan media MUI yang menarik, dibaca serta dapat menjadik referensi umat.
Ketua DP MUI Sumatera Utara KH Maratua Simanjuntak meminta agar setiap pemberitaan yang diproduk oleh Infokom Digital MUI adalah berita yang aktual, analis dan objek. ” Berita MUI Sumut harus baik dan akurat,” tegas Maratua.
Guna mendorong ekosistem pemberitaan itu, Maratua minta agar semua Bidang/Komisi yang ada dilingkungan MUI dapat berperan aktif memberikan materi atau konten untuk dipublish oleh tim media di Infokom-Digital secara rutin.

Masih seputar harapan pimpinan MUI itu, KH Muhammad Nuh, berharap informasi yang diproduk infokom-Digital dapat menjadi konsumsi masyarakat. Untuk itu dibutuhkan berita yang menarik dan enak dibaca. ” Media MUI harus menjadi referensi ummat,” jelas Muhammad Nuh.
FGD yang berlangsung sebelum berbuka puasa Ramadan itu membuka wacana seputar pengelolaan media yang baik. Banyak ide kreatif yang disampaikan mulai dari upaya untuk mengembangan “mujahid media” yang kreatif dan trengginas dalam mencari, mengolah dan mempublikasikan materi.
Karena MUI adalah tenda besar umat Islam, maka madia MUI harus mampu menyerap aspirasi dan kebutuhan ummat, khususnya terkait dengan paham keagamaan.
Selain itu, persoalan sumber daya yang dimiliki juga harus menjadi perhatian agar kompetensi jurnalistik tim media MUI dapat bekerja dengan baik.
FGD yang digelar Bidang/Komisi Infokom-Digitak MUI Sumut itu menjadi gerakan awal dari rencana kerja pengurus baru periode 2025-2030 ke depan. Materi FGD adalah dijadikan referensi dalam membangun tata-kelola media yang baik. Untuk itu, FGD meminta Komisi Infokom-Digital dapat merumuskan strategi penguatan dakwah digital ke depan.
Pimpinan Bidang/Komisi kemudian menyusun pembagian tugas tanggungjawab masing-masing anggota komisi untuk menanggungjawabi produk berita dari masing-masing bidang/komisi serta Majelis Ulama Indonesia Kabupaten dan Kota.
FGD Kemudian berakhir bersamaan dengan berlangsungnya berbuka puasa bersama seluruh peserta dan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah ( Syaifulh)

