Medan, infoMu.co – Ketua Muhammadiyah Covid19 Command Center (MCCC) PW Muhammadiyah Sumatera Utara DR. dr. Kamal Basri Siregar merasa prihatin dengan masih tingginya akan konfirmasi terifeksi baru Covid19. Keprihatinan juga disebabkan terus bertambahnya jumlah tenaga dokter dan paramedis yang meninggal dunia.
Kamal Basri meminta kepada semua pihak, pemerintah dan masyarakat untuk terus fokus dan meningkatkan upaya yang sistematis dalam memerangi penyebaran virus. Masyarakat harus terus diedukasi khusus untuk 3-M ( mencuci tangan, masker dan menjaga jarak) secara sungguh-sungguh. Jangan pernah lengah karena aku korban terkonfirmasi virus ini terus menaik dan belum ada tanda-tanda menurun.
Saat ini Grafik penyebaran covid terus naik secara eksponensial baik mortalitas dan morbiditas
Keprihatinan Dr. dr. Kamal Basri Siregar adalah angka akumulasi terkonfirmasi virus di Indonesia akan menembus angka 300 ribu dan dalam waktu dekat akan menyalib Philipina yang masih berada di atas.
Menyangkut dengan polemik harga rapid test dan swab test, Dr. dr. Kamal Basri Siregar meminta agar harga swabtest dapat ditekan semurah mungkin dan bila mungkin digratriskan.
Di Medan saat ini proses penanganan covid19 sudah semakin baik. Pelaksanaan swab dapat dilakukan di RSUP Haji Adam Malik, RSU USU, RSU Bunda Thamrin dan beberapa rumah sakit lainnya. Tentang rafid test, kata Kamal Basri sesungguhnya bukan standard diagnosisi. Untuk diagnosis harus dengan swabtest.
Atas nama MCCC Sumatera Utara, Dr. dr. Kamal Basri Siregar mengingatkan kepada semua warga persyarikatan Muhammadiyah untuk tetap konsisten dan tidak kendor untuk terus bekerja melakukan edukasi dan peningkatanp pemahaman kepada warga agar tetap fokus melawan dan mencegah penyebaran covid19.
Dr. dr. Kamal Basri Siregar menyampaikan apresiasi kepada Ortom Muhammadiyah, seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, NA dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang terus bekerja melakukan edukasi. (syaifulh)

