Medan, InfoMu.co – Penataan kawasan Kota Lama Medan terutama Kesawan, secara fisik akan dimulai Desember 2021. Sebab, sebelum dimulainya penataan, terlebih dahulu akan dilakukan perencanaan mulai bulan Mei-Agustus, kemudian tender selama 3 bulan dimulai dari September hingga November.
Diharapkan, langkah ini dapat segera menjadikan Kesawan sebagai kawasan cagar budaya menjadi lebih tertata sekaligus upaya menjaga kelestarian bangunan dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, Kota Medan dapat memiliki ikon baru yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi.
Demikian terungkap ketika Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM menerima kedatangan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Sumut di Balai Kota Medan, Sabtu (1/5). Kunjungan rombongan yang dipimpin Kepala Balai PPW Sumut Syafriel Tansier tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil pertemuan Wali Kota dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI beberapa waktu lalu.
Melalui Dirjen Cipta Karya, PPW Sumut didelegasikan untuk berkolaborasi bersama dengan Pemko Medan melakukan penataan kawasan heritage Kesawan. Oleh Kementerian PUPR, dibentuklah Tim Rencana Penataan Infrastruktur Perkotaan (RPIP) Medan yang telah melakukan survei lapangan sejak tanggal 29 April-1 Mei.
Adapun survei yang dilakukan adalah untuk mendata, menginventarisasi masalah, memberikan saran dan alternatif solusi serta menyampaikan detail engineering desain (DED) yang akan menjadi dasar untuk melakukan tender pengerjaan, termasuk menyerahkan peta data drainase Kota Medan yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda kepada Wali Kota.
Untuk mempercepat realisasi pengerjaan, didampingi Wakil Wali Kota H Aulia Rachman SE, Wali Kota pun menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk aktif membantu tim RPIP, terutama dalam memenuhi informasi dan data yang dibutuhkan.
Tujuannya, agar seluruh pekerjaan yang dilakukan memberikan hasil optimal. Untuk pengerjaan penataan akan dilakukan multi years, artinya dimulai tahun 2021 hingga 2022, tuntas. Namun jika tidak di 2023 masuk tahap penyelesaian. Pengerjaan akan difokuskan pada penataan pedestrian, jalan, arcade, alih fungsi drainase, konservasi bangunan dan duckting (merapikan kabel listrik). (hsm)

