• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kesalehan Sosial Bukan Sekadar Retorika, Tapi Kerja Nyata

Kesalehan Sosial Bukan Sekadar Retorika, Tapi Kerja Nyata

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
5 Maret 2026
in Literasi
0
Kesalehan Sosial Bukan Sekadar Retorika, Tapi Kerja Nyata

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arief Barata Al Huda, S.Psi., M.M., menegaskan bahwa kesalehan tidak berhenti pada ritual personal. Dalam Kajian Ifthar di Masjid Al Musannif Tabligh Institute Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Senin (23/2), ia mengangkat tema “Manifestasi Kesalehan Sosial”—sebuah ajakan untuk menerjemahkan iman ke dalam kerja-kerja kemanusiaan.

Di hadapan jamaah yang memadati masjid, Arief menyampaikan bahwa kesalehan sosial adalah perwujudan konkret dari iman ritual dalam bentuk perilaku yang berdampak. “Kesalehan tidak boleh berhenti pada hubungan vertikal dengan Allah (hablum minallah), tetapi harus menjalar kuat dalam hubungan horizontal dengan manusia (hablum minannas),” ujarnya.

Arief mengkritik kecenderungan sebagian umat yang terjebak pada simbol. Menurut dia, masjid tidak cukup dinilai dari kemegahan arsitekturnya.

“Percuma masjid megah jika masih ada tetangganya yang lapar,” katanya.

Ia menekankan bahwa masjid harus memiliki fungsi sosial yang nyata: mengelola zakat, infak, dan sedekah secara terstruktur, lalu mendistribusikannya kepada jamaah yang membutuhkan. Dana sosial, kata dia, bukan pelengkap administrasi, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi dan solusi atas kesulitan warga sekitar.

Masjid, dalam perspektif kesalehan sosial, harus menjadi pusat distribusi kebermanfaatan. Ia bukan sekadar ruang salat, melainkan ruang solidaritas.

Dalam bagian lain ceramahnya, Arief menyinggung soal ujian hidup. Ia mengingatkan kembali prinsip teologis bahwa Allah tidak membebani hamba di luar batas kemampuannya.

“Kalau Anda merasa berat, itu karena Allah tahu Anda kuat,” ujarnya.

Menurut dia, ujian bukan instrumen penghukuman, melainkan mekanisme peningkatan derajat. Perspektif ini, katanya, penting agar umat tidak larut dalam keputusasaan ketika menghadapi tekanan ekonomi, masalah keluarga, atau persoalan sosial.

Kesadaran bahwa ujian adalah bagian dari proses pematangan spiritual, lanjutnya, akan melahirkan ketangguhan dan empati. Orang yang teruji dan sabar biasanya lebih peka terhadap penderitaan orang lain.

Arief juga menyoroti prinsip kemudahan dalam Islam. Ia menolak pemahaman yang menyempitkan ibadah hanya pada ritual formal di masjid.

“Ibadah bukan hanya salat. Bekerja mencari nafkah, menolong sesama, menjaga kejujuran dalam profesi—itu semua bagian dari ibadah,” katanya.

Menurut dia, Allah tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga kesungguhan usaha. Dalam konteks sosial, bekerja keras untuk keluarga dan masyarakat adalah ekspresi iman yang tidak kalah nilainya dibanding aktivitas ritual.

Pesan ini, kata Arief, penting agar umat tidak terjebak pada dikotomi antara kehidupan spiritual dan kehidupan sosial. Keduanya harus berjalan beriringan.

Di akhir kajian, Arief merumuskan kembali gagasannya: kesalehan sejati adalah ketika ketaatan kepada Allah melahirkan kepedulian terhadap manusia.

Ritual yang tidak berbuah empati, menurutnya, perlu dievaluasi. Sebab, tujuan akhir dari ibadah adalah pembentukan karakter yang bermanfaat.

“Semakin taat kepada Allah, seharusnya semakin lembut kepada sesama,” ujarnya.

Melalui tema “Manifestasi Kesalehan Sosial”, kajian ifthar sore itu bukan sekadar penguatan spiritual menjelang berbuka. Ia menjadi pengingat bahwa Ramadhan—dan ibadah secara umum—baru menemukan maknanya ketika iman menjelma tindakan, dan masjid menjadi pusat kebermanfaatan bagi masyarakat sekitarnya. (tabligh)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kerja nyatakesaleham spsial
Previous Post

Rektor UMSU Serahkan 1529 Bingkisan Ramadhan 1447 H

Next Post

Majelis Dikdasmen & PNF Medan Apresiasi Prestasi Pelajar SDM-2 Kampung Dadap

Next Post
Majelis Dikdasmen & PNF Medan Apresiasi Prestasi Pelajar SDM-2 Kampung Dadap

Majelis Dikdasmen & PNF Medan Apresiasi Prestasi Pelajar SDM-2 Kampung Dadap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.