• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kehadiran Bendahara PWM Jatim perkuat skill keuangan pengelola AUMSos

Kehadiran Bendahara PWM Jatim perkuat skill keuangan pengelola AUMSos

Kehadiran Bendahara PWM Jatim perkuat skill keuangan pengelola AUMSos

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
2 November 2026
in Persyarikatan
0
Kehadiran Bendahara PWM Jatim perkuat skill keuangan pengelola AUMSos

INFOMU.CO, MALANG – Kemandirian finansial menjadi salah satu kunci keberlanjutan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan. Lembaga sosial tidak cukup hanya mengandalkan bantuan dan donasi untuk menjalankan operasionalnya, tetapi perlu mulai mengembangkan unit usaha produktif yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan drh. Zainul Muslimin, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dalam Workshop Socioentrepreneurship yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM Jawa Timur pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026, di Pusdiklat Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam materinya, Zainul menekankan pentingnya transformasi paradigma pengelolaan LKSA, dari pola charity-based yang cenderung bergantung pada donasi menuju model social enterprise yang lebih mandiri secara finansial. Melalui pendekatan ini, LKSA didorong tidak hanya menjadi tempat pelayanan dan pengasuhan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pemberdayaan, inkubasi bisnis, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan.

Menurutnya, potensi ekonomi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dapat menjadi peluang strategis bagi LKSA untuk membangun usaha. Melalui integrasi rantai pasok internal atau captive market, produk dan jasa yang dihasilkan unit usaha LKSA berpeluang diserap oleh berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan perkantoran dan kegiatan Persyarikatan.

Dengan demikian, pengembangan bisnis sosial tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi lembaga, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan anak asuh agar memiliki keterampilan kerja dan bekal kemandirian setelah menyelesaikan masa pengasuhan.

Menariknya, workshop ini tidak berhenti pada pemberian pengetahuan dan penyusunan blueprint bisnis sosial. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan gagasan usaha yang telah dirancang melalui dukungan skema permodalan. Aspek pembiayaan tersebut diperkuat dengan pemaparan Sri Astutik, Direktur BPRS ARSA Sejahtera UMM, yang memberikan informasi mengenai alternatif skema pendanaan usaha bagi pengembangan bisnis sosial.

Kehadiran materi permodalan ini menjadi bagian penting dalam menjembatani ide dan realisasi usaha. Peserta tidak hanya memahami bagaimana merancang bisnis sosial yang potensial bagi AUMSOS di wilayah Jawa Timur, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai akses pembiayaan untuk merealisasikan gagasan tersebut.

Melalui workshop ini, MPKS PWM Jawa Timur berharap tumbuh inisiatif-inisiatif bisnis sosial yang dapat dikembangkan secara nyata oleh LKSA dan AUMSOS. Lebih dari sekadar meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi yang memungkinkan lembaga sosial berdiri lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Previous Post

PKDTM 1 IPM Ahmad Dahlan dan Siti Walidah Sipirok: Membangun Kader Pelajar Berkemajuan Berbasis Ekologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.