• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Refleksi Hari Tani Nasional 2021: Faktor Pengahambat Kesejateraan  Petani di Indonesia

Kebijakan untuk Pertanian Indonesia Sering Kali Hanya Berpihak kepada Petani Kapital

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
25 September 2021
in Pertanian
86

Yogyakarta, InfoMu.co –  Sejak zaman kolonial sampai dengan sekarang, pertanian posisinya di Indonesia sering dianggap hanya sebagai komplementer. Kebijakan untuk petani dan pertanian Indonesia seringnya juga hanya berpihak kepada pemilik-pemilik lahan besar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di acara Refleksi Hari Tani Nasional yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah pada, Jumat (24/9) menyebut, tidak ada kebijakan afirmatif yang menjadikan pertanian sebagai Soko Guru pembangunan Indonesia.

Keadaan tersebut menurutnya terus berulang-ulang, di setiap rezim penguasa sering ditemui kebijakan tersebut. Mengutip Clifford Geertz, Haedar menyebut sejak tahun 1960’an telah terjadi involusi pertanian. Di mana dunia pertanian mengalami stagnan bahkan mengalami penurunan, kalah oleh kepentingan lain seperti industri, infrastruktur, properti, dan lainnya.

“Jalur hijau untuk pertanian, tapi beberapa tahun kemudian jalur hijau itu berubah jadi pabrik, lalu milik menjadi perumahan, atau berubah juga menjadi pemilik-pemilik modal,” ungkapnya.

Kejadian tersebut membuat Haedar bertanya, kira-kira sampai kapan pemerintah konsisten mempertahankan lahan pertanian ?. Realitas tersebut, imbuhnya, menunjukkan fenomena lain yang tidak kalah menarik, yakni kalahnya petani rakyat dengan petani kapital.

“Petani bermodal kan bisa mengkapitalisasi apa yang menjadi usahanya, dan menambah lahan. Tetapi yang petani-petani alamiah itu jangankan menambah, lahan yang sudah ada bisa lepas,” sambungnya.

Fenomena ini yang kemudian oleh Geertz disebut sebagai ‘warisan kemiskinan’, di mana lahan keluarga habis di bagi-bagi kepada anak turunnya, dan lama kelamaan lahan tersebut akan hilang. Di mana kemiskinan melahirkan kemiskinan, melahirkan kemiskinan baru dan mereproduksi kemiskinan yang lebih luas.

“Kondisi ini harus menjadi masukan kepada negara, buat pemerintah saat ini dan kedepan. Bahkan juga menjadi perhatian bagi para politisi yang itu mewakili rakyat, partai-partai politik,” harap Haedar.

“Kami menghimbau para politisi, wakil rakyat, dan pemerintah untuk memiliki perhatian sangat penting kepada pertanian dan dunia petani karena realitasnya bagian alamiah bangsa Indonesia yang tidak bisa kita jadikan menjadi bagian yang terpinggirkan, dan tentu memerlukan kebijakan proaktif yang lebih progresif,” imbuhnya. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: pertanianpetani kapital
Previous Post

Dikdasmen Satukan Langkah Tingkatkan Mutu Sekolah-Sekolah Muhammadiyah

Next Post

Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK

Next Post
Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK

Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.