• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Institusionalisasi Gerakan jadi Model Pemberdayaan Masyarakat Masa Depan

Institusionalisasi Gerakan jadi Model Pemberdayaan Masyarakat Masa Depan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
3 Januari 2026
in Ekonomi
0
Institusionalisasi Gerakan jadi Model Pemberdayaan Masyarakat Masa Depan

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Meneropong gerakan pemberdayaan masyarakat ke masa depan, perlu adanya pelembagaan atau institusionalisasi proyek pemberdayaan baik untuk produksi maupun industri kreatif, dan jasa.

Kalimat itu diungkapkan oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief pada Sabtu (3/1) secara daring dalam Outlook MPM 2026 yang diselenggarakan di Gedoeng Moehammadijah, Kota Jogja.

Guru Besar Filantropi Islam ini melihat, kebanyakan gerakan pemberdayaan yang dilakukan di Indonesia masih berorientasi pada program dan kegiatan. Di sisi lain belum banyak yang sampai pada pelembagaan proyek pemberdayaan.

Dia memandang pola-pola pemberdayaan yang dilakukan baik oleh organisasi non pemerintah, maupun pemerintah perlu ditata ulang. Sebab perubahan sosial yang terjadi begitu masih dan destruktif.

Khususnya melihat pole gerakan pemberdayaan Persyarikatan Muhammadiyah, imbuhnya, harus mulai menata ulang basis atau pondasinya. Jika sebelumnya berbasis filantropi islam, Hilman mengajak untuk berganti ke philantropreneurship.

Membaca Muhammadiyah ke belakang, Hilman menyampaikan pada tahun awal berdirinya Muhammadiyah sampai 1950, Muhammadiyah banyak melahirkan kelas menengah muslim perkotaan dan saudagar.

Sementara, tahun 1950 sampai 1980, Muhammadiyah memunculkan kelompok teknokrat baru di kalangan muslim modernis. Ditandai dengan lahirnya sekolah tinggi, klinik, dan tersebarnya panti asuhan Muhammadiyah.

Bergerak tahun 1980 hingga 2025, Muhammadiyah menguatkan kelompok birokrat dan teknokrat di kalangan muslim modernis. Ditandai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sudah banyak yang unggul, dan modernisasi filantropi islam.

Sedangkan, membaca Muhammadiyah di masa mendatang tahun 2025 hingga 2050 Muhammadiyah melakukan penguatan pilar bisnis, profesionalisasi Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM), hingga peningkatan teknologi dalam pemberdayaan.

“Sehingga JATAM pun besok harus berteknologi. Sudah bukan lagi JATAM itu kelompok-kelompok orang bersemangat di lapangan semata-mata. Pendampingnya bukan hanya orang-orang yang menjadi social workers, tetap memang social workers yang mendapat rewards dari revenue akibat institusionalisasi itu,” katanya.

Terkait dengan gerakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Hilman menyampaikan, gerakan pemberdayaannya on the track. Dia berpesan supaya untuk memperkuat visi dan institusionalisasi. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: gerakan pemberdayaanmuhammadiyah
Previous Post

Affandi Affan Ditetapkan Ketua IKA UMMAS, Alumni Siap Kawal Kasus Pratu Farkhan

Next Post

Huta Godang Bangkit, FAI UM-Tapsel Mengabdi untuk Pendidikan Pasca Bencana

Next Post
Huta Godang Bangkit, FAI UM-Tapsel Mengabdi untuk Pendidikan Pasca Bencana

Huta Godang Bangkit, FAI UM-Tapsel Mengabdi untuk Pendidikan Pasca Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.