• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Indonesia Masuk 10 Negara Dermawan di Dunia, Ketua LazisMu : Ini Modal Kuat Kebangkitan Indonesia

Indonesia Masuk 10 Negara Dermawan di Dunia, Ketua LazisMu : Ini Modal Kuat Kebangkitan Indonesia

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
1 Mei 2021
in Kabar
86

Yogyakarta, InfoMu.co –  Indonesia masuk daftar 10 negara dermawan di dunia menurut laporan World Giving Index (WGI) edisi 10. Menurut Hilman Latief, hal ini sebagai modal yang kuat kebangkitan Indonesia.

Ketua LazisMu Pusat Himan Latief menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana yang tinggi memaintenance masyarakat untuk saling berkontribusi. Selain itu, indek tersebut didukung juga oleh tradisi gotong-royong dan konsep-konsep kedermawanan dalam agama.

“Kita harus bersyukur, tapi memasuki masa pandemi ini tantangannya juga semakin berat, karena itu konteks filantropi atau kedermawanan itu harus kita definiskan lagi,” ungkap Hilman pada (30/4) dalam Kajian Ramadan Sehat dan Aman

Definisi ulang tersebut dimaksudkan supaya kedermawanan tidak hanya ditafsirkan hanya dalam bentuk materi atau fisik saja. Menurut Hilman, selain kedermawanan dalam bentuk materi, orang juga bisa menunjukkan kedermawanannya dengan cara ikut terlibat dalam menyelesaikan persoalan.

Terkait dengan SDG’s (Sustainable Development Goals) sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh LazisMu, Hilman menjelaskan, SDG’s sebagai tujuan yang bisa diukur karena sudah ada patokannya yang perlu dirujuk. Tetapi dalam pelaksanaan, LazisMu harus tetap bisa memformulasikan supaya melibatkan orang lebih banyak.

“Mereka bisa jadi tidak menyumbang uang, tapi mereka punya banyak tenaga, punya banyak waktu dan dedikasi. Mereka menjadi volunteer aktif. Saling mendorong, saling membantu,” imbuhnya

Menurutnya, semangat anak muda tersebut harus difasilitasi sebagai usaha mentradisikan semangat voluntarisme itu. Hal itu menjadi hal yang sangat penting dalam filantropi. Voluntarisme sebagai perilaku yang kemudian menjadi tradisi, sehingga ini perlu langkah edukasi sejak dini. Karena itu LazisMu membuat program volunteer cilik.

“Ini sebetulnya untuk menguggah sifat dan rasa di kalangan pelajar dan anak-anak, dia peduli dengan yang lain. Rasa-rasa semacam itu harus diasah, termasuk juga dengan volunterisme dalam pengertian kegiatan aktif dalam suatu organisasi, ikut membantu menyukseskan kegiatan sosial-kemanusiaan dan lain-lain,” urai Hilman

Semangat kedermawanan ini juga didukung oleh konsep-konsep yang ada di agama Islam, seperti ta’awun, takaful, dan lain-lain. Konsep itu menurut Hilman sudah saatnya diterjemahkan menjadi lebih sistematis, kontekstual, konseptual, dan lebih praktikel. Sehingga generasi baru lebih paham dan nyaman, bahwa yang dilakukan punya justifikasi keislaman, sosial, kemanusiaan, dan mereka juga ingin mentradisikan itu. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: dermawan
Previous Post

Pos Komando Gampong Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Aceh

Next Post

Anies Baswedan: Muhammadiyah Memajukan Negeri dan Membahagiakan Warga

Next Post
Anies Baswedan: Muhammadiyah Memajukan Negeri dan Membahagiakan Warga

Anies Baswedan: Muhammadiyah Memajukan Negeri dan Membahagiakan Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.