IME UMSU Gelar Seminar Biomassa dan Biogas Menuju Kemandirian Energi Nasional
INFOMU.CO | Medan – Ikatan Mahasiswa Elektro (IME) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Seminar Keilmuan bertema “Potensi dan Inovasi Energi Terbarukan Indonesia Menuju Kemandirian Energi Nasional” dengan subtema “Biomassa dan Biogas di Indonesia”, Sabtu (6/6/2026) di Aula Kampus Utama UMSU. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah antara mahasiswa, akademisi, praktisi industri, dan pemerintah dalam membahas peluang pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Seminar menghadirkan narasumber Chandra Pratama, S.T., Plant Manager PLTBg Mandoge PT Karya Mas Energi, dan Budi Batubara, ST., MT, Kepala Bidang Energi Dan Ketenagalistrikan Disperindagesdm Provsu. Kegiatan dipandu oleh Dr. Rimbawati, S.T., M.T. sebagai moderator.
Ketua IME UMSU, Taufik Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa Teknik Elektro untuk terus meningkatkan wawasan dan kompetensi di bidang energi terbarukan yang saat ini menjadi salah satu isu strategis nasional.
“Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan yang sangat besar. Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peluang dan tantangan pengembangan biomassa dan biogas sekaligus menumbuhkan semangat untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro UMSU, Dr. Elvy Sahnur Nasution, mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang diinisiasi oleh mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan dunia industri dan pemerintah.
“Mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan teknologi energi terbarukan. Kehadiran para praktisi dan pemangku kebijakan dalam seminar ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa,” katanya.
Dekan Fakultas Teknik UMSU, Assoc. Prof. Ir. Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi.
“Potensi biomassa dan biogas di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar lahir inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Chandra Pratama, S.T. memaparkan pengalaman pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berbasis limbah kelapa sawit yang mampu menghasilkan energi listrik sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan secara optimal melalui penerapan teknologi yang tepat.
Sementara itu, Budi Batubara, ST., MT. menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Ia menilai pengembangan biomassa dan biogas dapat menjadi peluang besar dalam meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan perkebunan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan teknologi energi terbarukan, peluang kerja di sektor energi, kebijakan pemerintah, hingga tantangan implementasi biomassa dan biogas di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah dosen Fakultas Teknik UMSU, di antaranya Dr. Khairul Umurani, S.T., M.T., Affandi, S.T., M.T., Partaonan Harahap, S.T., M.T., serta Josef Hadipramana, S.T., M.Sc., Ph.D. Kehadiran para dosen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budaya akademik dan kegiatan ilmiah mahasiswa.
Melalui seminar ini, IME UMSU berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya energi terbarukan serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan transformasi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berdaya saing. (***)

