• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Rafdinal

Rafdinal

Hijrah Solusi Membangun Peradaban Ummat Berkemajuan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
18 September 2026
in Opini
0
Hijrah Solusi Membangun Peradaban Ummat Berkemajuan
Oleh: Rafdinal, S.Sos. M.AP.
Di tengah krisis peradaban hari ini, di mana korupsi dianggap biasa, kejujuran menjadi langka, dan agama hanya menjadi simbol tanpa ruh, Al-Qur’an memberikan rumus yang sangat jelas tentang bagaimana sebuah umat bisa bangkit dan membangun peradaban berkemajuan.
Rumus itu ada dalam dua ayat yang saling menguatkan.
Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Baqarah: 218)
Pada ayat lain Allah menegaskan: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. At-Taubah: 20)
Jika kita tadabburi, dua ayat ini mengajarkan satu kesatuan sistem: Iman, Hijrah, Jihad sebagai kunci, dan Rahmat, Ampunan, Derajat Tinggi, Kemenangan sebagai hasilnya.
Iman yang Kuat, Bersih dan Kokoh Sebagai Fondasi
Segala sesuatu harus dimulai dari iman. Namun bukan iman yang biasa, melainkan iman yang memenuhi tiga kriteria: kuat, bersih dan kokoh.
Iman yang kuat adalah iman yang berilmu. Iman yang tidak mudah goyah oleh isu hoaks, oleh propaganda, oleh godaan jabatan dan harta. Hari ini banyak umat Islam yang imannya lemah karena tidak dibina dengan ilmu yang benar.
Iman yang bersih adalah iman yang terbebas dari syirik besar maupun syirik kecil. Bersih dari riya, bersih dari percaya kepada dukun dan khurafat, bersih dari mental korup, dan bersih dari cinta dunia yang berlebihan. Inilah penyakit kita. Banyak yang rajin shalat, puasa, haji, tetapi masih korupsi, masih memakan riba, masih menipu rakyat. Itu pertanda imannya belum bersih.
Iman yang kokoh adalah iman yang tahan uji. Seperti paku bumi yang menghujam dalam. Ketika ada tekanan, ketika ada ancaman jabatan hilang, ketika ada intimidasi, dia tetap istiqamah di jalan kebenaran. Tanpa iman seperti ini, hijrah dan jihad tidak akan memiliki nilai.
Hijrah Sebagai Gerakan Peradaban
Setelah iman, maka harus ada hijrah. Dalam konteks Muhammadiyah, hijrah dimaknai sebagai gerakan Tajdid. Gerakan purifikasi dan dinamisasi.
Hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Hijrah adalah manhaj kehidupan. Yaitu totalitas untuk pindah dari segala yang buruk menuju yang baik.
Hijrah dari malas menjadi disiplin. Dari bodoh menjadi berilmu. Dari miskin menjadi berdaya. Dari budaya korupsi menuju budaya amanah. Dari ekonomi riba menuju ekonomi syariah yang berkah. Dari individualis menjadi kolektif dalam membangun umat.
Peradaban berkemajuan tidak akan pernah lahir dari umat yang betah di zona nyaman, yang nyaman dalam kemaksiatan, nyaman dalam kebodohan, dan nyaman dalam kemiskinan. Peradaban hanya dibangun oleh mereka yang berani hijrah.
Inilah semangat Al-Ma’un yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan. Membebaskan umat dari belenggu kemiskinan dan kebodohan adalah bagian dari hijrah.
Jihad dengan Harta dan Jiwa Sebagai Puncak
Puncaknya adalah jihad. Perhatikan dengan cermat dalam QS. At-Taubah: 20, Allah menyebut bi-amwaalihim wa anfusihim dengan harta-harta mereka dan jiwa-jiwa mereka. Allah mendahulukan harta daripada jiwa.
Para ulama tafsir menjelaskan, karena harta adalah sesuatu yang paling dicintai manusia. Melepaskan harta jauh lebih berat daripada melepaskan tenaga. Oleh karena itu, jihad harta menjadi ujian keimanan yang paling jujur.
Jihad hari ini bukan dengan senjata, melainkan dengan apa yang kita miliki. Jihad harta berarti berani menginfakkan harta terbaik untuk dakwah, untuk pendidikan, untuk masjid, untuk pesantren, untuk membebaskan umat dari jeratan rentenir dan kemiskinan.
Jihad jiwa berarti jihad melawan hawa nafsu, melawan rasa takut, dan berani melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Berani berkata benar meski pahit, meski resikonya jabatan dan popularitas hilang.
Jika tiga kunci ini kita tegakkan bersama, maka Allah janjikan empat hadiah yang tidak bisa diberikan oleh sistem manapun di dunia.
Pertama, Rahmat Allah. Hidup akan tenang dan diberi jalan keluar dari setiap masalah. Kedua, Ampunan dan Kasih Sayang Allah. Dosa-dosa kita diampuni. Ketiga, Derajat yang Paling Tinggi di sisi Allah. Mulia di langit meski mungkin dihina di bumi. Keempat, Kemenangan Hakiki. Kemenangan yang sesungguhnya adalah surga Allah.
Inilah solusi membangun peradaban Ummat Berkemajuan. Kuncinya bukan pada banyaknya wacana dan seminar, melainkan pada Iman yang kuat, Hijrah total, dan Jihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah.
*** Penulis, Wakil Ketua PDM Kota Medan, Aktifis Dakwah Sosial Dan Penggiat Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: berkemajuanopinirafdinal
Previous Post

Ketika Jabatan Datang dan Pergi: Belajar dari Cara Purbaya Melepaskan Amanah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.