• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Hidayah dan Fitrah, Akar Tajdid dan Pencerahan Muhammadiyah

Hidayah dan Fitrah, Akar Tajdid dan Pencerahan Muhammadiyah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
2 Maret 2026
in Tarjih
0
Hidayah dan Fitrah, Akar Tajdid dan Pencerahan Muhammadiyah

INFOMU.CO |  Kapuas – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Saad Ibrahim menegaskan bahwa pemahaman tentang hidayah dan fitrah manusia merupakan fondasi penting dalam gerakan tajdid Muhammadiyah. Hal itu ia sampaikan dalam Kuliah Subuh di Masjid Al Ikhlas, Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (27/02).

Kiai Saad menjelaskan bahwa hidayah Allah telah diberikan kepada manusia bahkan sebelum dilahirkan ke dunia. Ia merujuk pada Surah Al-A’raf ayat 172 tentang perjanjian primordial antara Allah dan ruh manusia sebagai dasar teologis kesadaran tauhid.

“Manusia itu sejak awal sudah memiliki potensi untuk mengenal Allah dan mengakui-Nya sebagai Tuhan,” ujarnya. Menurutnya, kesadaran tauhid inilah yang menjadi landasan pembaruan (tajdid) dalam kehidupan umat.

Kiai Saad menekankan bahwa gerakan Muhammadiyah tidak berhenti pada simbol dan fenomena keagamaan semata. Tajdid harus diarahkan pada pemurnian akidah dan pendalaman makna ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam semesta maupun yang ada dalam diri manusia.

Ia mengingatkan agar umat tidak terjebak pada tanda-tanda (fenomena) tanpa sampai kepada Dzat yang ditunjukkan oleh tanda tersebut. “Kalau hanya berhenti pada gejala, kita tidak akan sampai kepada sumber kebenaran, yaitu Allah SWT,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan inilah yang menjadi ciri gerakan pencerahan Muhammadiyah, yakni mengajak umat berpikir mendalam, rasional, dan berlandaskan wahyu. Tajdid tidak berarti mengubah ajaran, tetapi mengembalikan praktik keberagamaan kepada kemurnian Al-Qur’an dan Sunnah.

Kiai Saad juga menjelaskan bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani, dengan aspek rohani sebagai pusat kesadaran spiritual. Dalam konteks tajdid, penguatan rohani menjadi syarat penting agar gerakan dakwah tidak kehilangan arah.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan ayat Al-Qur’an yang menyebut bahwa Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di ufuk dan dalam diri manusia. Ayat ini, menurutnya, mendorong umat Islam untuk mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan nyata.

“Islam adalah agama yang memelihara fitrah, yaitu kecenderungan pada kebenaran, kebaikan, dan keindahan,” tuturnya. Karena itu, gerakan Muhammadiyah harus terus merawat fitrah tersebut melalui pendidikan, dakwah, dan amal usaha.

Menutup ceramahnya, Kiai Saad mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ia menegaskan bahwa tajdid dan gerakan pencerahan Muhammadiyah bertujuan menghadirkan Islam yang mencerahkan, memajukan, dan memberi manfaat bagi semesta. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: fitrahHIDAYAHsaad ibrahimtajdid
Previous Post

Menag Nasaruddin Minta Maaf, Tegaskan Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Next Post

AS-Israel Serang Iran, Majelis Ulama Indonesia Sampaikan 10 Tausiyah

Next Post
Tiga Imbauan MUI buat Karyawan yang Kerja di Perusahaan Pro Israel

AS-Israel Serang Iran, Majelis Ulama Indonesia Sampaikan 10 Tausiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.