• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
6 Juni 2026
in Khutbah
0
Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

 

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Tata kehidupan maupun peradaban yang berorientasi pada humanisme sekuler terbukti rapuh di hadapan zaman, perang, genosida, dan seterusnya masih saja terjadi.

Maka dibutuhkan peradaban alternatif untuk dunia, dan peradaban alternatif itu adalah Islam. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan itu pada Jum’at (5/6) di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Pasca Perang Dunia II, kata Haedar, seharusnya tidak boleh ada lagi konflik, perang, maupun genosida terhadap sebuah bangsa. Namun pada nyatanya laku bengis itu masih saja berlangsung.

Bahkan yang cukup menyita perhatian adalah adanya sebuah negara berdaulat, kemudian diserang oleh negara Adidaya tanpa alasan yang kuat.

Selain itu, ada sosok bengis yang dijatuhi hukuman bersalah oleh Mahkamah Internasional, tapi masih saja berkeliaran bebas dan melakukan kerusakan.

“Inilah penanda dari kegelapan peradaban modern Barat, atau lorong gelap dari peradaban modern Barat. Mudah-mudahan mereka menemukan jalan baru untuk solusi bahwa satu jiwa, satu bangsa pun tidak berhak untuk direnggut oleh siapapun,” katanya.

Guru Besar Ilmu Sosiologi ini memandang, di tengah kelumpuhan peradaban Barat, Islam punya peluang untuk menghadirkan peradaban alternatif atau kebudayaan alternatif.

Islam sebagai peradaban alternatif karena menjunjung tinggi nilai insaniah secara otentik. Bahkan dalam ajaran dan jiwa Islam itu berada satu tarikan nafas dengan perintah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

“Nabi diutus dan kita menjadi pengikutnya untuk meneruskan risalah nabi tidak lain untuk menjadi penebar rahmat bagi semesta alam. Rahmat adalah kebajikan yang melampaui tidak mengenal agama, suku, dan seterusnya,” ungkap Haedar.

Mengajak berkaca dan melihat ke belakang, Islam dalam kesejarahannya telah memberi makna berarti bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sebuah peradaban.

Islam telah terbukti membangun peradaban berlandaskan nilai-nilai luhur, di antaranya adalah nilai tauhid. Islam membangun peradaban maju tanpa memutus nilai-nilai ilahiah atau ketuhanan.

“Bukan hanya kita meletakkan Allah sebagai kekuatan tunggal dan Maha Segalanya, tetapi juga memancarkan pencerahan pada kehidupan kemanusiaan,” katanya.

Nilai ini yang menjadi tonggak penjaga keberlangsungan kehidupan kemanusiaan. Sebab jika kemanusiaan dilepaskan dari nilai ketuhanan akan berdampak pada kehancuran.

Contoh yang paling dekat adalah kemajuan yang berhasil diraih oleh Barat, yang kemajuannya itu memutus diri dengan nilai ketuhanan dan agama. Paradigma humanisme sekuler itu kini menunjukkan wajah aslinya.

Haedar menegaskan, tauhid untuk nilai dasar kemajuan peradaban tidak boleh pasif, melainkan harus fungsional. Di mana semua kebaikan bermuara atau lahir dari nilai tauhid murni itu. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: haedar nashirkhutbah
Previous Post

Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

Next Post

Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

Next Post
Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.