Generasi Muda Muhammadiyah Sumut Siap Lanjutkan Estafet Keilmuan Tarjih
INFOMU.CO | Medan – Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Wilayah (PKTW) yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara pada 3–5 Juli 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara tidak hanya menjadi ruang penguatan metodologi tarjih bagi para mubaligh dan akademisi. Di balik kegiatan tersebut, tersimpan optimisme lahirnya generasi baru ulama Tarjih Muhammadiyah melalui keterlibatan kader-kader muda dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Di antara 85 peserta yang mengikuti pelatihan, tampak sejumlah kader muda dari unsur Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Muhammadiyah, mahasiswa, dosen muda, hingga kader-kader utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Mereka duduk bersama para ulama, dosen, dan tokoh senior Muhammadiyah, mempelajari Manhaj Tarjih, metodologi istinbat hukum, ilmu tafsir, hadis, usul fikih, hingga praktik pengambilan keputusan tarjih.
Kehadiran para kader muda ini menjadi gambaran bahwa kaderisasi Majelis Tarjih dan Tajdid tidak lagi hanya bertumpu pada regenerasi struktural, tetapi mulai menyiapkan estafet keilmuan sejak usia muda. Mereka dipersiapkan agar kelak mampu menjadi rujukan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus mengembangkan tradisi ijtihad kolektif yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumatera Utara, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., menegaskan bahwa PKTW merupakan bagian dari sistem kaderisasi ulama Tarjih Muhammadiyah. Karena itu, pelatihan ini dirancang bukan sekadar menambah wawasan peserta, tetapi juga menyiapkan kader yang mampu mentransformasikan pemahaman Manhaj Tarjih kepada warga Persyarikatan di daerah masing-masing.
Selama tiga hari, peserta mengikuti pembelajaran yang padat, mulai dari Muhammadiyah dan Turats, Spirit Manhaj Tarjih, metodologi tafsir Al-Qur’an, metodologi memahami hadis, sumber ajaran agama, pendekatan dan prosedur bertarjih, Pedoman Hisab Muhammadiyah (KHGT), hingga simulasi sidang tarjih melalui diskusi kelompok dan analisis kasus hukum. Melalui pola pembelajaran tersebut, kader muda tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memahami persoalan keagamaan.
Pelatihan juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa pembentukan sepuluh kelompok kajian yang akan membahas berbagai isu aktual, seperti riba koperasi, uang hangus dalam pernikahan, tanawwu’ fil ‘ibadah, doa setelah membaca Al-Qur’an, hingga cost politik dalam musyawarah organisasi. Seluruh peserta, termasuk kader-kader muda, akan terlibat dalam pengkajian tema-tema tersebut sebagai bahan menuju Musyawarah Wilayah Tarjih.
Semangat kaderisasi juga terlihat dari antusiasme para peserta muda yang memanfaatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber dan ulama Muhammadiyah. Bagi mereka, PKTW menjadi ruang belajar yang selama ini jarang diperoleh di tingkat daerah, sekaligus kesempatan membangun jejaring keilmuan dengan kader Tarjih dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Melalui keterlibatan generasi muda dalam PKTW ini, Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumatera Utara mengirimkan pesan penting bahwa masa depan Tarjih Muhammadiyah tidak hanya berada di tangan para ulama senior, tetapi juga sedang dipersiapkan melalui kader-kader muda yang memiliki semangat belajar, tradisi ilmiah, dan komitmen untuk mengembangkan pemikiran Islam yang berkemajuan. Regenerasi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya ulama-ulama Tarjih Muhammadiyah pada masa mendatang yang mampu menjawab tantangan zaman dengan berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah al-Maqbulah, dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
Salah seorang peserta muda, Ade Chepy Andrean, utusan PCM Tanjung Selamat, mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga selama mengikuti PKTW. Menurutnya, pelatihan ini mengajarkan pentingnya memperdalam ilmu sebelum menyampaikan pendapat. “Alhamdulillah, usai sudah PKTW Sumut. Ketika aqli (akal) diperdalam dengan kajian, niscaya rajih menjadi setajam taji. Insya Allah, semakin bijak dalam berpijak dan berdalil,” ungkapnya.
Menariknya, PKTW MTT PWM Sumatera Utara juga menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi kader lintas Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Sejumlah kader muda yang selama ini aktif di IPM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, hingga lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah bertemu dalam satu forum kaderisasi keilmuan Tarjih. Di antaranya Andiga Pratama, pengurus PW IPM Sumatera Utara, kemudian Fathurahman An Naufal dan Saddan Yasir, utusan PDM Sibolga yang dikenal sebagai kader muda potensial. Naufal sendiri merupakan qari kebanggaan Kota Sibolga sekaligus mahasiswa UIN Sumatera Utara yang aktif dalam dakwah dan kegiatan keilmuan. Turut hadir pula Arman Hidayat Pardede, utusan PDM Sibolga yang juga pengurus IPM Sibolga.
Beberapa kader muda Muhammadiyah lainnya, hadir dari Tebing Tinggi, seperti Muhammad Darul Tauhid, Muhammad Al Muktafi Billah dan Martua Halomoan,. Dari Binjai ada Fathurahman.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa kaderisasi Tarjih tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi ruang bertemunya kader-kader terbaik Muhammadiyah dari berbagai Ortom dan latar belakang akademik untuk membangun tradisi keilmuan, memperkuat jejaring dakwah, serta menyiapkan estafet kepemimpinan intelektual Muhammadiyah di masa depan. (faisal)

