Gelar Rakorwil, Majelis Dikdasmen PNF Dorong Pendidikan Unggul dan Berkarakter
INFOMU.CO | Medan – Majelis Dikdasmen & PNF PWM Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) bertema “Sinergi Majelis Dikdasmen & PNF Menuju Pendidikan Muhammadiyah Sumatera Utara yang Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung BPMP Sumut pada 1–3 Mei 2026.
Rakorwil secara resmi dibuka oleh Ketua PWM Sumut, Hasyimsyah Nasution, dan diikuti oleh berbagai unsur pimpinan serta pengelola pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan komitmen bersama guna mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, berkemajuan.
Turut hadir dalam kegiatan Rakorwil ini Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Phd secara during (Zoom Meeting), Ketua PWM Sumut Prof.Dr.Hasyimsyah Nasution, MA, ketua BBGTK Sumut Dr. Yusuf, ST, MT, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumut Dr. Aswin Bancin,SE, M.Pd, Wakil Ketua dan Majelis Dikdasmen & PNF PDM se-Sumut, Kepala Sekolah SMA-SMK dan MA Muhammadiyah dan Sekolah-sekolah Muhammadiyah Unggulan se-Sumatera Utara.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, menyambut baik pelaksanaan Rapat Koordinasi Majelis Dikdasmen yang mengusung tema sinergi dalam meningkatkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan. Menurutnya, tema tersebut menjadi tantangan yang harus diwujudkan secara nyata hingga ke tingkat sekolah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pimpinan persyarikatan dan pengelola amal usaha pendidikan, sehingga tidak ada lagi pihak yang hanya menjadi penonton. Sinergi, kata dia, merupakan kunci utama untuk mencapai kemajuan di tengah tantangan dunia modern.
Lebih lanjut, Hasyimsyah menjelaskan bahwa penguatan pendidikan juga akan dipadukan dengan pembinaan kader, guna menumbuhkan militansi persyarikatan di kalangan kepala sekolah dan pengelola pendidikan. Hal ini dinilai penting agar semangat dalam menghadapi berbagai tantangan tidak melemah. Ia juga menyoroti keunggulan sekolah Muhammadiyah yang selama ini diakui banyak pihak, yakni pada pembentukan karakter alumni. Pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, bahasa Arab, serta penguatan bahasa Inggris menjadi bagian dari upaya membentuk generasi berakhlak, santun, peduli lingkungan, serta berkemajuan.
Selain itu, Hasyimsyah mengaitkan penguatan pendidikan dengan persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49 . Ia berharap perhelatan tersebut menjadi momentum penting dalam menciptakan dampak besar bagi bangsa, kemanusiaan, dan warga persyarikatan. Untuk itu, ia menekankan perlunya kesiapan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Kepala sekolah diharapkan mampu merencanakan dan mengimplementasikan program peningkatan kualitas pendidikan, serta membangun kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan melalui penguasaan ilmu dan daya saing global. “Tidak ada ruang untuk berleha-leha. Pendidikan harus terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi bagi peradaban berkemajuan,” tegasnya.
Selanjutnya Kepala BBGTK Sumatera Utara, Dr. Yusuf, ST, MT menilai pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen & PNF PWM Sumut sebagai langkah strategis dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya penting dalam menjembatani visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan di Sumatera Utara yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan sesuai tema yang diusung.
Ia optimistis Rakorwil tersebut akan melahirkan berbagai kajian serta langkah-langkah strategis dalam menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan. Kehadiran para kepala sekolah juga dinilai penting untuk menghadirkan refleksi dan gagasan konstruktif dalam mendukung pencapaian tujuan tersebut.
Dalam sambutannya, Yusuf turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasional. Ia menjelaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada pengembangan soft skill dan pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan vokasional harus mampu mempersiapkan generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Sumatera Utara, Dr.Aswin Bancin, M.Pd menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) merupakan tindak lanjut dari hasil Rakornas Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah yang sebelumnya digelar di Makassar.
Menurutnya, Rakorwil ini bertujuan untuk menyosialisasikan sekaligus mengimplementasikan hasil Rakornas ke seluruh majelis dan satuan pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Utara. Kegiatan ini dinilai strategis agar berbagai program peningkatan mutu pendidikan, seperti DIKSUSPALA, DIKSUSPIM, bimbingan teknis, dan pendampingan sekolah, dapat berjalan optimal dalam mewujudkan sekolah unggul.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara persyarikatan, majelis sebagai penyelenggara, dan sekolah sebagai pelaksana. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai persoalan pendidikan diharapkan dapat diselesaikan bersama, sehingga melahirkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan, terlebih dalam menyongsong Muktamar Muhammadiyah 2027 di Sumatera Utara.
Selain itu, Aswin juga menyampaikan rencana pelaksanaan Porseni Dikdasmen & PNF PWM Sumut pada 21–24 Mei 2026 yang akan melibatkan siswa dari seluruh sekolah Muhammadiyah se-Sumatera Utara. Kegiatan ini direncanakan dirangkai dengan gerakan senam “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang ditargetkan diikuti puluhan ribu siswa secara luring dan daring, bahkan berpotensi memecahkan rekor partisipasi.
Ia juga mengimbau seluruh sekolah untuk mengampanyekan lagu berkarakter yang diciptakan oleh pak menteri “Rukun sama teman” . kalau kita lihat teksnya dan isi kandungan dari pada bait-bait lagu itu luar biasa untuk memberikan inspirasi kepada siswa-siswi
Aswin berharap seluruh elemen pendidikan Muhammadiyah memiliki kesamaan pola pikir (growth mindset) dalam membangun pendidikan yang unggul, berkarakter melalui nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta terus berkemajuan sesuai dengan semangat Muhammadiyah.
Rakorwil ini berlangsung selama tiga hari, 1–3 Mei 2026, dengan menghadirkan berbagai materi strategis, di antaranya penguatan growth mindset, sosialisasi aplikasi TaawunDikMu, pemaparan best practice Perguruan Muhammadiyah unggul dan berkemajuan, revitalisasi ideologi Muhammadiyah, penguatan peran dan karakter guru Muhammadiyah, pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah melalui PHIWM, serta profil kader Muhammadiyah. (AH)
