• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Menata Dakwah Berbasis Data: Pelatihan SiCARA dan SiMasMu LPCR PM PWM Sumut di Tebing Tinggi

Menata Dakwah Berbasis Data: Pelatihan SiCARA dan SiMasMu LPCR PM PWM Sumut di Tebing Tinggi

Etika Publik dan Bahaya Politik Tanpa Adab

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
27 Februari 2026
in Opini
0

Etika Publik dan Bahaya Politik Tanpa Adab

Oleh : Jufri

Pagi ini saya membaca sebuah pantun yang indah. Pendek, sederhana, tetapi maknanya terasa panjang. Ia tidak berteriak, tidak menggurui, namun mengajak kita berhenti sejenak untuk bercermin.

” Jangan suka nak mematah pagar,
Mematah pagar kaki terpuruk.
Jangan suka nak berkata kasar,
Berkata kasar budinya buruk. “

Pantun itu ditulis oleh seorang tokoh agama yang terbiasa dengan wajah yang cerah dan kata-kata yang tertata rapi. Dari raut mukanya tampak ketenangan. Dari lisannya mengalir nasihat tanpa menyakiti. Maka wajar jika bait-baitnya terasa sejuk—ia mengingatkan tanpa merendahkan.

Kebetulan pula, dalam beberapa waktu belakangan banyak sahabat yang datang berdiskusi—baik langsung maupun lewat alat komunikasi—tentang komunikasi publik, baik oleh pejabat maupun oleh masyarakat. Ada yang gelisah melihat bahasa pejabat yang kadang kurang empatik. Ada pula yang prihatin melihat masyarakat begitu mudah mencaci di media sosial. Diskusi-diskusi itu terasa relevan sekali dengan pesan pantun tadi pagi.

Mematah pagar bukan sekadar merusak kayu pembatas. Pagar adalah simbol batas: batas etika, batas norma, batas kepatutan. Dalam kehidupan berbangsa, pagar itu bernama konstitusi, hukum, dan adab publik. Politik memang ruang kontestasi. Tetapi kontestasi tanpa etika hanya akan melahirkan polarisasi tanpa ujung.

Begitu pula dengan lisan. Dalam komunikasi publik, kata-kata bukan sekadar bunyi. Ia adalah kebijakan yang terdengar, ia adalah sikap yang tampak. Seorang pejabat, misalnya, tidak hanya dinilai dari keputusan yang ia buat, tetapi juga dari cara ia menyampaikannya. Masyarakat pun demikian. Kritik adalah hak. Tetapi cara menyampaikan kritik menentukan kualitas demokrasi kita.

Teladan kita, Nabi Muhammad, menunjukkan bahwa ketegasan tidak harus kehilangan kelembutan. Beliau tegas dalam prinsip, tetapi santun dalam ucapan. Bahkan ketika menghadapi perbedaan dan permusuhan, adab tetap menjadi pagar yang tidak dipatahkan.

Hari ini, tantangan terbesar politik kita mungkin bukan semata-mata perbedaan ide, tetapi menipisnya etika publik. Ketika pagar-pagar adab dipatahkan, yang terpuruk bukan hanya individu, tetapi kepercayaan publik. Dan ketika kepercayaan runtuh, demokrasi kehilangan ruhnya.

Sebagaimana keyakinan saya, manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka komunikasi pun harus membawa manfaat. Kritik yang santun bisa memperbaiki. Teguran yang beradab bisa menyadarkan. Bahkan perbedaan yang disampaikan dengan hormat bisa memperkaya.

Pantun pagi ini, dan diskusi-diskusi dengan para sahabat itu, seperti menguatkan satu kesimpulan:
Politik tanpa adab adalah kekuasaan tanpa martabat.
Komunikasi tanpa etika adalah kebebasan tanpa arah.

Maka menjaga pagar etika bukanlah kelemahan. Ia justru tanda kedewasaan.
Dan menjaga lisan di ruang publik bukan sekadar sopan santun, tetapi fondasi peradaban.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: etika publikjufriopini
Previous Post

MDMC–Lazismu Jalankan Program Masjid Tangguh Bencana di Tiga Provinsi

Next Post

Pemerintah Tanggapi Sikap MUI, Tegaskan Sertifikasi Halal Produk AS Tetap Berlaku

Next Post
Pemerintah Tanggapi Sikap MUI, Tegaskan Sertifikasi Halal Produk AS Tetap Berlaku

Pemerintah Tanggapi Sikap MUI, Tegaskan Sertifikasi Halal Produk AS Tetap Berlaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.