Etika Bermedia Sosial
Oleh Ramdani, Lc – (Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Langkat)
Media sosial merupakan sarana berinteraksi kepada sesama manusia (Hablun Minannas) yang harus diperhatikan etika/adab layaknya berinteraksi langsung.
Tak jarang kita dapati para pengguna media sosial minim etika bahkan tidak beretika sama sekali.
Sebagai seorang muslim hendaknya selalu menjunjung etika dan adab (al-akhlakul karimah) dalam bermuamalah kepada sesama.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya” (HR: Albukhari)
Berikut Empat etika dalam bermedia sosial yang harus diperhatikan:
1. Menghindari Kadzib; dusta, terutama dalam menyebarkan berita dan informasi yang tidak jelas, palsu (hoax)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong). (HR:Albukhari)
2. Menghindari Tajassus dan Ghibah, yaitu mencari cari kesalahan orang lain kemudian menyebarkannya kepada orang lain.
Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا
“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan jangan menggunjing satu sama lain.” (QS:Alhujarat:12)
3. Menghindari Sukhriyah, Yaitu Menghina dan merendahkan orang lain, baik dengan kata kata maupun dengan memposting bentuk fisik seseorang untuk dijadikan sebagai bahan ejekan dan tertawaan orang lain.
Allah ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok)” (QS:Alhujarat:11)
4. Menghindari Naminah, yaitu Mengadu domba dan Provokatif, termasuk ujaran kebencian.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Qalam ayat 10-11,
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ
هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ
Artinya: Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari mengadu domba.
Mari beradab dalam bermedia sosial, sebagai cerminan keperibadian sebagai seorang muslim yang rahmatan lil’alamin. (***)
