• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Empat Ciri Pembeda RS Muhammadiyah dengan Rumah Sakit yang Lain

Empat Ciri Pembeda RS Muhammadiyah dengan Rumah Sakit yang Lain

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
18 Desember 2021
in Kesehatan
86

Yogyakarta, InfoMu.co – Kemajuan bagi Indonesia tidak bisa hanya di copy paste dari kemajuan Bangsa Barat maupun Bangsa Timur, atau bangsa-bangsa yang lain. Sebab, kemajuan itu tidak bisa dilepaskan dari identitas pribadi dari komunitas itu sendiri.

Dalam konteks yang lebih sempit, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut bahwa identitas Rumah Sakit PKU Muhammadiyah itu memiliki basis identitas keagamaan.

Lebih dalam lagi, Haedar menyebut identitas yang membedakan antara RS PKU Muhammadiyah dengan yang lain adalah Identitas Al Ma’un.

“Al Ma’un itu pembeda dari seluruh rumah sakit dan pelayanan kesehatan Muhammadiyah dibanding yang lain,” tutur Haedar pada (17/12) di acara Pelantikan Direksi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Mengutip hasil disertasi Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, Haedar menyebut ciri distingtif  RS PKU Muhammadiyah dengan rumah-rumah sakit lain ada empat. Pertama adalah pro kelompok dhuafa’, rumah-rumah sakit Muhammadiyah di manapun harus punya komitmen kepada mereka yang membutuhkan atau yang lemah secara ekonomi.

Namun demikian, meski rumah sakit maupun pelayanan kesehatan lain milik Muhammadiyah pro kelompok dhuafa’ bukan berarti pelayanan yang diberikan identik dengan kumuh, marjinal, dan memiliki tampilan dhuafa’. Termasuk seluruh civitas hospitality tidak boleh memiliki kultur marjinal, jorok, dan dhuafa’.

Kedua, memiliki orientasi kepada kemajuan atau memiliki nilai kemajuan. Berkaca dari sejarah semangat Al Ma’un yang dilakukan oleh tokoh pendahulu Muhammadiyah, bahwa adanya segala amal usaha yang pro kelompok dhuafa’ itu bukan untuk melanggengkan kemiskinan atau ketertindasan, tetapi untuk membawa kemajuan dan keberdayaan.

“Dibangunnya klinik yang sifatnya untuk memberi, semangat dan nilai kemajuan itu harus melekat dengan kita. Harus menjadi culture semuanya,” tuturnya.
Meski pro kelompok dhuafa’, Haedar menegaskan bahwa rumah-rumah sakit dan klinik kesehatan Muhammadiyah tidak boleh alergi dengan kelompok kaya. Namun rumah sakit Muhammadiyah juga harus mampu familiar di kalangan mereka. Menurutnya, mensintesiskan antara pro dhuafa’ dengan kalangan kaya itu tantangan tersendiri.

“Karena Muhammadiyah itu tidak mempertentangkan antara orang kaya dengan orang miskin, orang berkuasa dengan rakyat, dan semua oposisi biner satu sama lain,” ungkap Haedar.

Ciri distingtif ketiga adalah etos welas asih atau cinta kasih. Bahkan menebar nilai cinta kasih harus dimiliki oleh seluruh AUM dan diimplementasikan oleh seluruh civitasnya. Selain itu, penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah untuk semua, tanpa terkecuali. Ciri distingtif keempat ini disebut juga sebagai nilai inklusif. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: rumah sakit
Previous Post

Semarak Gebyar Milad ke109, PCM Deli Batang Kuis Bagi Sembako

Next Post

Menarik, PKU Muhammadiyah Ini Izinkan Pasien Bayar Biaya Pengobatan Dengan Sampah

Next Post
Menarik, PKU Muhammadiyah Ini Izinkan Pasien Bayar Biaya Pengobatan Dengan Sampah

Menarik, PKU Muhammadiyah Ini Izinkan Pasien Bayar Biaya Pengobatan Dengan Sampah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.