Medan, InfoMu.co – Sore tadi (Jumat 9/7) redaksi Infomu ditelepon rekan Mudafri (50) yang menanyakan tentang keberadaan dr. Sanusi Piliang SpOg. ” Memangnya kenapa, bang,” tanya Infomu balik bertanya. Benar dr. Sanusi Piliang telah berpulang ? Kami kemudian memberi informasi bahwa benar dokter ahli bedah dari RS Muhammadiyah Sumatera Utara itu telah berpulang kerahmatullah, Kamis malam.
Mudafri datang ke RSU Muhammadiyah di Jalan Mandala By Pass ingin mendapatkn konsultasi kesehatan Mudafri kemudian bertanya ke security rumah sakit, apakah dokter sanusi ada praktik ?. Tentu saja sang security terdiam. Dengan suara perlahan, security itu mengatakan, dokter Sanusi telah berpulang.
Kemudian, InfoMu mendapatkan informasi dari tim RSU Muhammadiyah yang membenarkan bahwa dokter Sanusi Piliang berpulang pada Kamis (8/7) malam setelah menjalani perawatan di RSUP Adam Malik. Sanusi dirawat disana guna mendapatkan pertolongan setelah diduga dokter obgyn itu terserang C19.
Innal lillahi wa inna ilaihi rajiun. Dokter yang santun, lemah lembut telah berpulang, kata Ibrahim Nanggolan, HRD RSU Muhammadiyah Sumatera Utara.
Hal yang sama disampaikan oleh Dirut RSU Muhammadiyah dr. Mohammad Riza M.Kes kepada tajdid.id, Jumat (9/7) “Kami sangat berduka, salah satu dokter di RS Muhammadiyah Sumut, yakni dr. Sanusi Piliang, Sp. OG tutup usia. Beliau wafat setelah beberapa hari dirawat di RS Adam Malik Medan,” ujar dr. Mohamad Riza.
Mohammad Riza menuturkan, dimata para tenaga medis RS Muhammadiyah Sumut, sosok dokter Sanusi dikenal sebagai dokter yang lembut, sederhana dan relatif pendiam.
“Almarhum adalah sosok dokter pejuang yang dikenal lembut, sederhana dan bertangan dingi. Kita sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya, diterima semua amal ibadahnya dan semoga khusnul khotimah. Dan semoga keluarga diberi ketabahan atas musibah ini,” kata dr Mohammad Riza.
Kematian dr. Sanusi Pilang menambah daftar panjang dokter yang berpulang. Tentu saja ini adalah duka yang dalam bagi tenaga medis di beberapa rumah sakit di Medan yang sedang berjuang untuk mengatasi pandemi yang terus ‘menggila’ dan meminta korban yang tidak sedikit. (Syaifulh/Tadjdid)

