• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Doa buka puasa yang biasa dibaca Rasulullah Saw

Doa buka puasa yang biasa dibaca Rasulullah Saw

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
13 April 2021
in InfoMU tv
86

Doa buka puasa yang biasa dibaca Rasulullah saw sebagai berikut.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaallah.

Artinya, telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insyaallah.

Doa buka puasa ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan berasal dari Ibnu Umar ra.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya, biasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika berbuka puasa berdoa: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaallah. Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala. Insyaallah.

Hadis ini derajatnya hasan dalam pembahasan oleh ahli hadits dalam kitab-kitabnya seperti An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra (3315), Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir (14097), Ad-Daruquthni dalam Sunan-nya (279), Al-Hakim dalam Mustadrak-nya (1536).

Hadits Dhoif

Sementara hadits doa buka puasa yang sangat populer di masyarakat dengan matan hadits seperti ini

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Baca Juga:  Ramadan Mendidik Muslimin Disiplin dan Sabar tapi Faktanya

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

Artinya, Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dengan rezekiMu aku berbuka, dengan rahmatMu, wahai Zat Maha Penyayang.

Hadits itu atau yang redaksinya mirip dengan itu menurut pembahasan para ahli hadits statusnya dhoif dan, munkar, dan mursal sebab sanadnya terputus dari Rasulullah saw.

Pembahasan Ibnu Sunni

Contoh hadits ini dimuat oleh Ibnu Sunni dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah (1413).

حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ التَّنُوخِيُّ , إمْلَاءً ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُفْطِرِ بْنِ مُوسَى الْحَافِظُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفِ بْنِ حِبَّانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ هَاشِمِ بْنِ سَعِيدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبِي هَاشِمُ بْنُ سَعِيدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا بْنُ رُزَيْنٍ ، عَنْ ثَابِتٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ” إِذَا أَفْطَرَ , يَقُولُ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “

Baca Juga:  Di Desa Geluran Warga Muhammadiyah-NU Kompak Saling Berkunjung Buka Puasa dan Dengarkan Ceramah

Abul Qasim At-Tanuji menyampaikan kepadaku secara imla, ia berkata, Abul Husain Muhammad bin Mufthir bin Musa Al-Hafidz menuturkan kepadaku, Muhammad bin Khalaf bin Hibban menuturkan kepadaku, Waki menuturkan kepadaku, Al-Qasim bin Hasyim bin Sa’id menuturkan kepadaku, ayahku, Hasyim bin Sa’id menuturkan kepadaku, Ibnu Ruzain menuturkan kepadaku, dari Tsabit, dari Anas, ia berkata, Biasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika berbuka membaca doa, Allahumma laka shumtu wa alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim (Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dengan rezekiMu aku berbuka, maka terimalah puasaku ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).’”

Menurut ahli hadits, riwayat ini lemah karena terdapat dua masalah. Pertama, perawi Hasyim bin Sa’id As-Simsaar, statusnya majhul haal. Artinya, perawi tidak terkenal serta tidak ada catatan layak dipercaya.

Kedua, Ibnu Ruzain (Sa’id bin Zurbi), menurut ahli hadits Al-Hakim, dia sangat munkarul hadits. Artinya, perawi banyak kelemahannya seperti pelupa, keliru, atau fasik. Al-Baihaqi menyebut, dia dha’if (lemah). Ibnu Hajar juga mengatakan, munkarul hadits. Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebutnya, dia suka meriwayatkan al-aja’ib. Hadits yang aneh-aneh. Adz-Dzahabi mengatakan, para ulama hadits mendhaifkan.

Baca Juga:  PCM Ini Dilantik untuk Perkuat Syiar Dakwah

Pembahasan Abu Daud

Contoh lagi hadits yang dimuat Abu Daud dalam Sunan No. 2358.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Musaddad menuturkan kepadaku, Husyaim menuturkan kepadaku, dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, ia menyampaikan, Biasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu (Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dengan rezekiMu aku berbuka).

Riwayat ini mursal, karena Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in. Dia tidak bertemu dengan Rasulullah saw. (pwmu.co)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: berbuka puasa
Previous Post

Ini Bintang Sepakbola Dunia yang Tetap Berpuasa

Next Post

LazisMu Medan dan PRM Tanjung Mulai Gelar Priksa Kesehatan dan Donor Darah

Next Post
LazisMu Medan dan PRM Tanjung Mulai Gelar Priksa Kesehatan dan Donor Darah

LazisMu Medan dan PRM Tanjung Mulai Gelar Priksa Kesehatan dan Donor Darah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.