Dinamika Politik Prabowo, Amien Rais, dan “Ranjau” di Lingkar Kekuasaan
Oleh : Shohibul Anshor Siregar
Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan tokoh reformasi Amien Rais kini berada di titik krusial.
Dalam beberapa hari terakhir ini publik semakin tahu adanya keretakan yang dipicu oleh isu kepercayaan dan pengaruh pihak luar dalam pemerintahan.
Kedekatan Historis: “Ayatullah” dan Murid
Hubungan Prabowo dan Amien Rais bukanlah sekadar aliansi politik biasa, melainkan persahabatan yang telah terjalin sejak era 1990-an.
Mentor Politik: Prabowo kerap menjuluki Amien Rais sebagai “Ayatullah”-nya, sebuah bentuk penghormatan tinggi terhadap visi politik dan spiritual Amien.
Dukungan Total: Amien Rais merupakan pilar penting di balik kampanye Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.
Sisi Religius: Ustaz Sambo, seorang yg diketahui mengenal dekat kedua tokoh, menyebut mulai mengenal sisi spiritual Prabowo sejak 1998 di mana diskusi agama dan kebangsaan sering berlangsung intens.
Isu Sentral: Kontroversi Tedi Indrawijaya
Poin paling krusial dalam kaitan ini adalah kekhawatiran Amien Rais terhadap sosok Tedi Indrawijaya, Sekretaris Kabinet (Seskap).
Amien menilai pengangkatan Tedi sebagai sesuatu yang “tidak logis” mengingat latar belakang dan pangkat militernya.
Gatekeeper: Tak sedikit yang menduga Tedi berperan sebagai penyaring informasi yang memutus akses Prabowo dari nasihat-nasihat luar yang kritis.
Peringatan Terbuka: Amien Rais secara publik mendesak agar Tedi dicopot demi menjaga integritas kepemimpinan Prabowo. Ia khawatir Tedi adalah “ranjau” yang ditanam untuk mengendalikan arah kebijakan presiden.
Perubahan Haluan dan Pengaruh Jokowi
Banyak yang mencatat adanya perbedaan signifikan pada sosok Prabowo sebelum dan sesudah menjadi Presiden. Muncul kesan bahwa Prabowo kini “terbelit” dalam lingkaran pengaruh Presiden sebelumnya, Joko Widodo.
Visi yang Terkekang: Idealisme reformis dan anti-korupsi Prabowo dianggap mulai melar berakibat pada pengaruh orang-orang di sekelilingnya.
Keretakan Hubungan: Hubungan mulai mendingin sejak 2022, terutama ketika Prabowo tidak merespons undangan Partai Ummat. Lagi pula dalam pilpres 2024 Amien Rais membawa Partai Ummat mendukung Anies Baswedan.
Dampak dan Harapan Masa Depan
Kritik keras Amien Rais diklaim bukan didasari kebencian pribadi, melainkan kecintaan pada bangsa. Ada peringatan mengenai potensi ketidakstabilan politik jika masalah ekonomi (seperti melemahnya rupiah) tidak segera diatasi sementara saluran komunikasi presiden tertutup.
Sri-Bintang Pamungkas bilang bahwa yang disuarakan oleh Amien Rais sama sekali bukan hal baru, banyak orang sudah mengetahui rahasia umum yang memang tak semua berani mengemukakannya secara terus terang ke publik.
Rekomendasi utama apa yang harusnya didengar Prabowo saat ini?
Kembali ke Jatidiri: Prabowo didesak untuk kembali ke visi aslinya yang independen dan pro-rakyat.
Pembersihan Lingkaran Dalam: Meninjau kembali jajaran penasihat agar informasi yang masuk ke meja presiden tidak terdistorsi.
Masa depan pemerintahan Prabowo sangat bergantung pada keberaniannya untuk membuka kembali jalur komunikasi dengan para tokoh yang dulu berjuang bersamanya, serta membersihkan “ranjau-ranjau” politik yang menghambat visinya.
Kecuali jika memang Probowo benar-benar bertekad bulat sebaliknya, termasuk mengamankan Dinasti Jokowi ke depan.
Tentu orang tak salah membuat hitungan bahwa kelak dalam pilpres 2029 Jokowi bisa tampil menjadi penantang utama seandainya Gibran dianggap tidak mampu.
*** Penulis, Shohibul Anshor Siregar, Founder N’BASIS — Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya — satu Lembaga yang memusatkan perhatiannya apda gerakan intlektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat , pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian..

