• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (VI): Jangan-Jangan Kita Terjebak “Munafik Pancasila”

Jufri

Dari Perlis, Muhammadiyah Menapaki Jalan Internasional

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
23 Agustus 2026
in Kolom
0

Dari Perlis, Muhammadiyah Menapaki Jalan Internasional

Oleh : Jufri

 

Sebagai organisasi pergerakan, Muhammadiyah terus berusaha melakukan berbagai terobosan agar semakin banyak memberikan manfaat dan kontribusi bagi kemaslahatan umat manusia. Semangat itu tidak berhenti pada penguatan gerakan di dalam negeri, tetapi perlahan bergerak melampaui batas geografis Indonesia. Salah satu langkah penting tersebut adalah berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) pada 5 Agustus 2021 di Perlis, Malaysia, dengan sokongan dari Kerajaan Perlis.

Kehadiran UMAM menarik untuk dilihat bukan sekadar sebagai berdirinya sebuah universitas Muhammadiyah di negeri jiran, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah dalam membawa semangat Islam Berkemajuan ke ruang yang lebih luas. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, sekaligus manajemen sumber daya manusia berkelanjutan.

Muhammadiyah memang lahir dan tumbuh di Indonesia. Tetapi gagasan yang dibawanya sejak awal tidak pernah dimaksudkan hanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Pendidikan, ilmu pengetahuan, dakwah, kemanusiaan dan kemajuan merupakan nilai yang dapat diterima dan dikembangkan di mana saja sebagai bahagian dari Islam Rahmatan Lil Alamin atau Rahmat bagi sekalian alam

Karena itu, ketika Muhammadiyah hadir melalui sebuah universitas di Perlis, saya melihatnya sebagai sebuah langkah yang sederhana tetapi memiliki makna cukup besar.

Perlis sendiri memiliki kedekatan yang menarik dengan Sumatera Utara. Jarak geografis yang relatif dekat membuat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia telah berlangsung lama. Ada hubungan budaya, bahasa, perdagangan, pendidikan bahkan hubungan kekeluargaan yang melintasi batas negara.

Dalam suasana seperti itu, perguruan tinggi dapat menjadi ruang perjumpaan yang sangat baik.

Kampus mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Dosen dan peneliti dapat bertukar gagasan. Penelitian dapat dilakukan bersama. Kebudayaan dapat saling dipahami. Dan dari perjumpaan seperti itulah sering kali lahir sesuatu yang lebih besar daripada yang direncanakan sebelumnya.

UMAM memiliki peluang untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Usianya memang masih muda. Berdiri pada 5 Agustus 2021, UMAM masih berada pada tahap awal perjalanan. Tetapi justru karena masih muda, banyak hal yang masih dapat dibangun dan dikembangkan. Fondasi akademik, jejaring internasional, budaya riset, inovasi dan kerja sama dapat tumbuh bersama perjalanan universitas ini.

Termasuk bagaimana UMAM membangun dan mengelola manusia yang berada di dalamnya.

Di sinilah gagasan manajemen sumber daya manusia berkelanjutan menjadi relevan. Universitas tentu saja bukan hanya tentang gedung, teknologi atau sistem akademik, tetapi tentang manusia. Dosen, tenaga kependidikan, peneliti, mahasiswa dan para pemimpin merupakan sumber daya utama yang menentukan arah sebuah perguruan tinggi.

Manajemen sumber daya manusia berkelanjutan berarti bagaimana manusia tidak hanya dipandang sebagai tenaga untuk mencapai target organisasi, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan agar memiliki kompetensi, kesejahteraan, integritas, kemampuan beradaptasi dan kesempatan untuk terus bertumbuh.

Dalam lingkungan perguruan tinggi yang semakin global, pendekatan seperti ini menjadi semakin penting. Dunia berubah cepat. Teknologi berkembang. Kebutuhan kompetensi berubah. Karena itu, universitas perlu membangun budaya belajar yang tidak berhenti setelah seseorang memperoleh gelar atau menduduki sebuah jabatan.

Bagi Muhammadiyah, pengembangan manusia sesungguhnya bukan gagasan baru. Sejak awal, pendidikan Muhammadiyah memiliki tujuan mencerdaskan sekaligus membentuk manusia yang memiliki nilai dan kepedulian sosial.

Karena itu, internasionalisasi Muhammadiyah melalui UMAM dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Bukan hanya bagaimana UMAM menghasilkan lulusan, tetapi bagaimana universitas tersebut membentuk manusia yang mampu belajar sepanjang hayat, bekerja sama lintas budaya, beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Di sinilah hubungan UMSU dan UMAM menjadi menarik.

UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia dapat menjadi bagian dari jejaring yang memperkuat UMAM. Sebaliknya, UMAM dapat membuka ruang baru bagi perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia untuk semakin dekat dengan lingkungan akademik Malaysia dan dunia internasional.

Hal ini semakin menarik karena Muhammadiyah Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Peristiwa besar tersebut tentu bukan hanya menjadi agenda musyawarah tertinggi di lingkungan Persyarikatan, tetapi juga akan menghadirkan suasana kebersamaan, silaturahmi dan semangat Muhammadiyah yang semakin terasa di Sumatera Utara.

Dalam konteks itulah, rencana tasyakuran Canselor UMAM di UMSU pada 14 September 2026 dapat menjadi bagian dari gebyar dan semarak menyambut Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ada peristiwa akademik, silaturahmi dan internasionalisasi Muhammadiyah yang bertemu dalam satu rangkaian perjalanan.

Rencana tersebut juga memiliki makna yang lebih luas. Muhammadiyah melalui UMAM, dengan sendirinya ikut berkontribusi dalam merawat silaturahmi dan kebersamaan antarbangsa serumpun, khususnya Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperluas hubungan dengan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Dari sebuah universitas, hubungan antarbangsa dapat dirawat dengan cara yang sangat sederhana: bertemu, berdialog, belajar bersama dan saling menghargai.

Mungkin dari sinilah kerja sama yang lebih luas dapat tumbuh.

Pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi, pengembangan teknologi, seminar internasional dan berbagai kegiatan akademik lainnya bukan sesuatu yang harus dibangun sekaligus. Semuanya dapat dimulai dari pertemuan, kemudian tumbuh menjadi kepercayaan dan akhirnya menjadi kerja sama.

Semangat seperti ini terasa sejalan dengan gagasan Islam Berkemajuan.

Islam Berkemajuan bukan hanya tentang bagaimana kita menghadapi masa depan, tetapi juga bagaimana kita mau belajar dari siapa pun, terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan tetap membawa nilai-nilai yang diyakini.

Muhammadiyah selama ini telah menunjukkan bahwa dakwah dapat dilakukan melalui pendidikan dan amal nyata. Maka tidak mengherankan jika universitas menjadi salah satu jalan yang dipilih untuk memperluas manfaat tersebut.

Ada momentum lain yang membuat perjalanan UMAM semakin menarik.

Direncanakan DTM Syed Faizuddin, Raja Muda Perlis, menjadi Canselor UMAM, menggantikan Dr. H. Saidul Amin, M.A. Rangkaian agenda tersebut direncanakan pada 14 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), termasuk rencana tasyakuran.

Bagi saya, tasyakuran itu nantinya dapat menjadi lebih dari sekadar sebuah acara. Ia bisa menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara Muhammadiyah dengan masyarakat Perlis, sekaligus memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

Kehadiran Raja Muda Perlis dalam perjalanan UMAM juga memberikan warna tersendiri. Ada sebuah perjumpaan antara dunia pendidikan tinggi Muhammadiyah dengan lingkungan Kerajaan Perlis. Perjumpaan seperti ini tentu menarik untuk terus dikembangkan dalam suasana saling menghargai dan saling belajar.

Sebuah universitas memang tidak hidup hanya dari gedung dan nama besar.
Ia hidup dari manusia yang ada di dalamnya.
Dari dosen yang terus belajar.
Dari mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu.
Dari peneliti yang tidak lelah mencari jawaban.
Dan dari para pemimpinnya yang mampu membuka ruang kerja sama seluas mungkin.

Karena itu, perjalanan UMAM ke depan tentu masih panjang. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Tetapi bukankah setiap perjalanan besar memang selalu dimulai dari langkah pertama?

UMAM telah mengambil langkah itu sejak 5 Agustus 2021.

Kini langkah tersebut perlahan membawa Muhammadiyah semakin dekat dengan dunia internasional.

Dari Indonesia ke Malaysia.
Dari Sumatera Utara ke Perlis.
Dari Perlis, semoga semakin banyak pintu terbuka menuju dunia.

Bukan untuk sekadar menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah sampai di luar negeri, tetapi untuk menghadirkan sesuatu yang lebih penting: ilmu yang bermanfaat, pendidikan yang mencerdaskan, sumber daya manusia yang terus berkembang, kerja sama yang mempererat persaudaraan dan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang memberi manfaat bagi kehidupan.

Mungkin itulah makna yang paling sederhana dari internasionalisasi Muhammadiyah.

Bukan tentang seberapa jauh Muhammadiyah melangkah, tetapi tentang seberapa luas manfaat yang dapat Muhammadiyah bawa dalam perjalanan itu.

Dan dalam perjalanan tersebut, manajemen sumber daya manusia berkelanjutan menjadi bagian penting: menjaga agar manusia yang menggerakkan institusi terus tumbuh, mampu menghadapi perubahan, dan pada saat yang sama tetap menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Sebab membangun universitas pada akhirnya bukan hanya membangun institusi.

Kita sedang membangun manusia untuk masa depan. Membangun peradaban dari generasi ke generasi.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: perlisumamumsu
Previous Post

Pemberangkatan KKN Tematik Literasi 2026 di UMSU, Kadis Perpustkaaan dan Arsip Provsu Sampaikan Enam Pesan

Next Post

Prima Care Day: Sehat, Kuat dan Berkah Bersama Lazismu Sumut

Next Post
Prima Care Day: Sehat, Kuat dan Berkah Bersama Lazismu Sumut

Prima Care Day: Sehat, Kuat dan Berkah Bersama Lazismu Sumut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.