• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Dari 4C Menuju Chemistry: Belajar Komunikasi Bermakna

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
11 Agustus 2026
in Kolom
0

Dari 4C Menuju Chemistry: Belajar Komunikasi Bermakna

Oleh : Jufri

Tulisan ini saya kembangkan dari sebuah postingan Prof. Hasrat Efendi Samosir , salah seorang guru besar di UINSU yang juga Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara. Apa yang beliau sampaikan dalam apel pagi di lingkungan UINSU menurut saya sederhana, tetapi sangat penting untuk kita maknai. Bukan hanya sebagai aktivis organisasi, tetapi juga sebagai makhluk sosial, dalam keluarga, tempat kerja, dan kehidupan sehari-hari.

Saya tertarik menulisnya karena Prof. Hasrat bukan orang asing bagi saya. Beliau seorang akademisi, organisatoris, sekaligus mubalig yang cukup dikenal di Sumatera Utara. Bahkan saya sering bergurau, “Satu-satunya orang yang dipenuhi hasrat, ya Prof. Hasrat ini.” Gurauan tentang nama, tentu saja. Tetapi kalau dimaknai secara positif, hasrat bisa menjadi energi untuk terus berpikir, bergerak, berbuat dan memberi manfaat.

Dari gagasan beliau, saya kemudian mencoba melihat komunikasi melalui 4C: Character, Competency, Contribution dan Communication, yang diharapkan melahirkan satu C berikutnya: Chemistry.

Character menjadi fondasi. Komunikasi yang baik membutuhkan kejujuran, integritas dan ketulusan. Orang mungkin pandai berbicara, tetapi tanpa karakter, sulit membangun kepercayaan.

Competency membuat komunikasi memiliki isi. Niat baik saja tidak cukup. Kita perlu memahami persoalan, mampu membaca situasi dan menyampaikan gagasan secara tepat.

Contribution membuat keberadaan kita berarti. Dalam organisasi, pertanyaannya bukan hanya apa yang kita dapatkan, tetapi apa yang dapat kita berikan. Tidak semua harus berada di depan. Setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi.

Kemudian Communication menjadi jembatan di antara semuanya. Komunikasi bukan hanya berbicara, tetapi juga mendengar, memahami dan memberi ruang kepada orang lain. Sebab terkadang masalah bukan karena kita tidak berkomunikasi, tetapi karena apa yang kita maksudkan berbeda dengan apa yang dipahami orang lain.

Kita bisa serius tetapi dianggap bercanda. Kita bisa bercanda tetapi dianggap serius. Begitulah manusia, unik dan khas.

Jika empat unsur itu tumbuh dengan baik, lahirlah Chemistry.

Chemistry bukan berarti semua orang harus sama atau selalu sepakat. Justru ia tumbuh ketika perbedaan dapat dikelola dengan kepercayaan. Dalam organisasi, kita bisa berbeda usia, pengalaman, karakter dan cara berpikir, tetapi tetap berjalan dalam tujuan yang sama.

Dalam konteks Muhammadiyah, hal ini menjadi semakin penting. Kepemimpinan Muhammadiyah bukan semata-mata soal jabatan, tetapi amanah dan pengabdian. Karena itu, kepemimpinan membutuhkan karakter yang amanah, kompetensi yang memadai, kemauan berkontribusi, dan komunikasi yang mampu menyatukan berbagai potensi.

Tradisi musyawarah dan kepemimpinan kolektif menjadi kekuatan penting. Kita boleh berbeda pendapat sebelum keputusan diambil. Tetapi setelah keputusan disepakati, kita harus mampu berjalan bersama.

Kader juga perlu belajar bahwa kontribusi tidak berhenti ketika kita tidak mendapatkan posisi. Justru di situlah karakter diuji: apakah kita tetap mau bekerja ketika bukan kita yang disebut, tetap menghormati ketika gagasan kita tidak diterima, dan tetap mencintai Persyarikatan ketika kita tidak berada di pusat perhatian?

Bagi saya, inilah salah satu makna penting komunikasi bermakna.

Character membuat kita dipercaya.
Competency membuat kita mampu.
Contribution membuat kita berarti.
Communication membuat kita terhubung.
Dan semuanya melahirkan Chemistry.

Chemistry melahirkan kepercayaan. Kepercayaan melahirkan kerja sama. Kerja sama melahirkan kekuatan bersama.

Pada akhirnya, organisasi bukan sekadar struktur, jabatan dan program. Organisasi adalah kumpulan manusia yang harus saling memahami.

Maka belajar komunikasi bermakna sesungguhnya adalah belajar memahami manusia; dan belajar kepemimpinan adalah belajar bagaimana membuat orang lain tumbuh bersama kita.

Dalam Muhammadiyah, jabatan boleh berganti, orang boleh datang dan pergi, tetapi amanah Persyarikatan harus terus hidup dan memberi manfaat.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolomkomunikasi bermakna
Previous Post

Abdul Mu’ti Resmikan Dua AUM dan Letakkan Batu Pertama Gedung SMK Mutu Gondanglegi

Next Post

Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemadaman Water Bombing Terus Dilakukan

Next Post
Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemadaman Water Bombing Terus Dilakukan

Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemadaman Water Bombing Terus Dilakukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.