Cahaya Ramadan Aisyiyah Sumut: Menguatkan Harapan Memulihkan Luka
- Bersama Anak Penyintas Menjemput Masa Depan yang Bermartabat
INFOMU.CO | Medan – Sebanyak 180 orang memenuhi aula Sentra Bahagia Medan pada Sabtu, 7 Maret 2026, menyaksikan momen bersejarah perpaduan semangat Ramadhan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional.
Kegiatan Cahaya Ramadhan yang digagas Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara Majelis Hukum
& HAM ini menjadi ruang pemulihan dan harapan bagi anak-anak penyintas kekerasan.
Suasana haru bercampur semangat menyelimuti aula Sentra Bahagia Medan, Sabtu (7/3/2026), ketika Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara (PWA Sumut) Majelis Hukum & HAM menggelar kegiatan Cahaya Ramadhan bertajuk “Menguatkan Harapan, Memulihkan Luka: Bersama Anak Penyintas Menjemput Masa Depan yang Bermartabat.” Momentum ini sekaligus diperingati sebagai bagian dari Hari Perempuan Internasional 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas institusi: Sentra Bahagia Medan Kementerian Sosial, Sekolah
Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, Komunitas Debat Hukum Fakultas Hukum UMSU, serta
Ikatan Keluarga Alumni Komunitas Debat Hukum (IKA KDH) FH UMSU.
Sinergi kelembagaan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak yang berkelanjutan.
Kegiatan resmi dibuka oleh Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., Ketua Majelis Hukum dan HAM PW Aisyiyah Sumatera Utarfa yang juga adalah Wakil Dekan III Fakultas Hukum UMSU.
Dalam sambutannya, Atikah Rahmi menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menghadirkan cahaya keadilan bagi mereka yang paling rentan.
Turut hadir mewakili institusi mitra, Deny Sugara, S.Pd.I selaku perwakilan SRMP 2 Medan, serta Ade Zul Affannadi, S.Sos., M.S.P. mewakili Sentra Bahagia Medan. Hadir pula jajaran Majelis Hukum & HAM PWA Sumut, di antaranya Cut Novika Srikandi, Dr. Hastuti Olivia, Hadijjah, dan Mas Ayu Wagetan, SH.
Sebanyak 100 siswa SRMP 2 Medan mendapatkan edukasi anti bullying dan kekerasan seksual dari narasumber Marisa Nia Ayu Amelia NST, SH, CPM, dan Mas Ayu Wagetan, SH kegiatan ini sebagai salah satu upaya pemulihan dengan memberikan ruang bagi anak2 untuk melukis di atas godybag. Kehadiran mereka menjadi jantung dari seluruh rangkaian acara sebuah pengingat nyata bahwa pemulihan luka adalah perjalanan kolektif yang memerlukan dukungan komunitas, institusi, dan negara.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran organisasi perempuan Islam dalam mendorong pemenuhan hak-hak perempuan dan anak di Sumatera Utara. Melalui pendekatan yang memadukan nilai-nilai Islami, perspektif hak asasi manusia, dan semangat kebersamaan di bulan Ramadhan, PWA Sumut Majelis Hukum & HAM menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak.
“Ramadhan mengajarkan kita empati. Melalui kegiatan ini, kita hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa harapan bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Perempuan dan anak penyintas kekerasan berhak atas masa depan yang bermartabat.”
Di penghujung acara ditutup ceramah oleh Ustad Sani Abu Salsa, para peserta bersama-sama menegaskan
komitmen untuk terus mendukung pemulihan dan pemberdayaan perempuan serta anak penyintas
kekerasan di Sumatera Utara. Cahaya Ramadhan 2026 bukan sekadar program sosial musiman ia adalah
nyala harapan yang diharapkan terus berkobar sepanjang tahun. (***)

