Kutecane, InfoMu.co – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Sunawardi M.Si menyerahkan secara simbolis Logistik Gerakan Masker Sekolah (GEMAS) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, bertempat di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bambel. Proses penyerahan secara simbolis Logistik Gemas, diterima oleh Staf Ahli Bupati Aceh Tenggara, Drs. H. Jamanuddin. M.AP.
Ir. Sunawardi, M.Si, dalam kata sambutannya. mewakili Gubernur Aceh, “menyampaikan bahwa sosialisasi tentang protokol kesehatan harus terus kita tingkatkan. Langkah ini sangat penting, sebab pandemic COVID-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga mengganggu sektor-sektor lainnya.” Itu sebabnya pemerintah Aceh menjalankan banyak program guna mengantisipasi dampak virus ini. Antara lain, kita telah menjalankan Gerakan Aceh Mandiri Pangan atau GAMPANG untuk mengantisipasi dampak COVID-19 terhadap ketersediaan bahan pangan di Aceh.”
Lalu ada Gerakan Gebrak Masker Aceh atau GEMA yang tujuannya untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker untuk melindungi masyarakat dari ancaman COVID-19. Berikutnya menyusul Gerakan Nakes Cegah COVID-19 atau GENCAR yang fokus untuk mendukung sistem kerja tenaga Kesehatan dalam pemulihan dan penanganan pasien COVID.
Alhamdulillah, semua gerakan ini telah memberi hasil menggembirakan, tentunya atas dukungan Bupati Aceh Tenggara, Kapolres, Dandim dan jajarannya, memasuki bulan Desember ini, penambahan jumlah pasien positif COVID-19 di Aceh terus berkurang. Meski demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Terobosan baru harus kita lakukan untuk bisa menekan dampak COVID hingga ke titik terendah, kata Sunawardi.
Turut hadir pada penyerahan logistik Gemas dari Pemerintah Aceh tersebut, Kepala Kemenag Aceh Tenggara, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Tenggara dan Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Aceh serta para Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsnawiyah, Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan.
Salah satu terobosan itu adalah menjalankan Gerakan Masker Sekolah atau GEMAS. Kegiatan ini akan menyasar dunia pendidikan, khususnya pelajar dan guru di seluruh Aceh. Apalagi direncanakan sistem belajar tatap muka akan dimulai Januari mendatang. (Agusnaidi B)

