PR Muhammadiyah Tanah Tinggi Kembangkan Tapaksuci
Oleh : Jamaluddin , Anggota PRM Tanah Tinggi
Dua bulan yang lalu, tepatnya di hari Ahad tanggal 31 Oktober 2021 merupakan hari yang sangat berbahagia bagi anak-anak yang tinggal di sekitar Masjid Taqwa Jl. Srikandi No. 17 Kec. Medan Denai Kota Medan, karena pada saat itu hari perdana dimulainya latihan bela diri tapak suci yang diadakan di areal masjid tersebut. Walau di pagi itu cuaca kelihatan mendung disertai gerimis tipis, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk beranjak menuju masjid Taqwa yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Awalnya, panitia sedikit khawatir mengingat mereka baru pertama kali latihan ditambah lagi hari libur dimana cuaca yang tidak bersahabat menjadi ujian berat untuk melangkah, namun tidak disangka ternyata di lokasi Masjid tempat berlangsungnya bela diri tersebut sudah kelihatan ramai anak-anak, nampak sekali kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Apalagi pelatih yang bernama Haidir Ali Mukti sudah tiba di lokasi lebih awal, sungguh menjadi motivasi bagi mereka, diperkirakan yang hadir pada saat itu sekitar 28 orang siswa.
Sebelum dimulai acara bela diri tapak suci, diadakan acara seremonial untuk memulai acara tersebut. Jam 07.45 acara dibuka oleh Efendi sekretaris panitia tapak suci. Hadir pada acara tersebut wakil ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tanah Tinggi Syahrul S.H.,M.H yang turut membuka acara tersebut. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi acara ini dan mengucapkan terimakasih kepada panitia tapak suci semoga kegiatan ini bisa berjalan sukses kedepannya.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa kegiatan bela diri tapak suci ini merupakan kontribusi dan kepedulian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanah Tinggi di sekitar Masjid Taqwa Jl. Srikandi untuk mengalihkan kegiatan anak dan remaja menjadi lebih positif khususnya untuk pembinaan fisik sehingga menjadi generasi muda yg sehat dan berakhlak karimah. Dengan terbentuknya kegiatan bela diri tapak suci ini, berarti sudah ada dua kegiatan yang diadakan oleh PRM Tanah Tinggi untuk pembinaan generasi muda, yang sebelumnya adalah kegiatan Taman Pembacaan Al Qur’an (TPA) yang dilaksanakan di antara Sholat Maghrib dan Isya, selama 4 hari (Senin, Selas, Rabu dan Kamis) setiap minggunya. Kegiatan TPA ini dimulai pada bulan September 2021.
Harapannya dengan dua kegiatan ini, akan terbentuk generasi muda yang sehat fisik dan mentalnya sehingga bisa bersaing dalam menghadapi era globalisasi teknologi saat ini. Diujung beliau berpesan kepada anak-anak, agar mereka meluruskan niat untuk mencari ridha Allah semata, buka pamer kekuatan di hadapan orang lain.
Selanjutnya kata sambutan dari tokoh masyarakat Safrin Octora M.Si salah satu dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, beliau mengatakan bahwa bela diri tapak suci disamping dapat meningkatkan kesehatan fisik, dapat juga meningkatkan prestasi melalui pertandingan yang diadakan pemerintah baik tingkat daerah, provinsi bahkan nasional melalui Kejurnas Tapak Suci.
Kata Safrin, banyak contoh yang sudah mengukir prestasi di bidang olahraga ini. Bagi yang berprestasi akan mendapatkan uang, beasiswa pendidikan bahkan akan mendapat pekerjaan yang layak yang difasilitasi oleh pemerintah. Apalagi program pemerintah sangat konsen dalam meningkatkan prestasi olah raga. Di akhir sambutan, beliau berpesan agar sungguh-sungguh dalam mengikuti bela diri Tapak Suci ini, kunci sukses adalah disiplin, sabar, patuhi arahan pelatih dan bangun solidaritas sesama peserta.
Di ujung acara, Jamaludin,S.Kom,M.Kom sebagai ketua panitia tapak suci memberikan kata sambutannya, bahwa setelah diberi amanah oleh PRM Tanah Tinggi untuk sebagai panitia pelaksana akan bekerja maksimal dalam mengelola kegiatan bela diri tapak suci ini sampai target untuk menjadi organisasi otonom (ortom) di PRM Tanah Tinggi bisa terwujud. Untuk mewujudkan target tersebut sangat membutuhkan dukungan PRM Tanah Tinggi, warga muhammadiyah dan masyarakat sekitar Masjid Taqwa.
Panitia sangat termotivasi dan antusias anak-anak yang ikut walau kondisi cuaca yang kurang baik namun yang berhadir cukup banyak, dan beliau berpesan kepada anak-anak agar tetap semangat untuk kedepannya. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada PRM Tanah Tinggi yang sudah memberi kepercayaan kepada panitia juga kepada pelatih yang sudah bersedia hadir dalam membimbing anak-anak kita.
Sampai saat ini, di akhir bulan Desember 2021 jumlah peserta tapak suci yang terdata di panitia sejumlah 47 orang. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut, maka pelatih membagi menjadi dua gelombang yaitu team senior dengan jumlah 12 orang dan sisanya menjadi team yunior. Kriteria team senior ini biasa lebih khusus baik dari usia, kemauan dan loyalitas tingkat kehadirannya juga sudah teruji hampir 100% setiap kegiatannya sementara team junior masih longgar dengan tingkat kehadiran per minggunya antara 70%-85%. Pelatih tapak suci juga terbantu dengan adanya team senior ini, khususnya untuk mengajari team junior.
***
Terbentuknya dua kegiatan antara TPA dan Tapak Suci di Masjid Taqwa Jl. Srikandi No. 17 Kec. Medan Denai Kota Medan, berawal dari rasa keprihatinan melihat generasi muda Islam yg akhir-akhir ini saat memprihatinkan akhlak mereka yang jauh dari nilai-nilai yang Islami.
Serbuan informasi melalui gadget ditambah lagi terhentinya pembinaan mental melalui pendidikan di sekolah akibat WFH selama Covid 19, serta kurang pembinaan orang tua di rumah, menambah semakin terpuruknya akhlak generasi pemuda Islam saat ini.
Krisis moral di kalangan remaja dan krisis kepemimpinan di kalangan pemuda dan orang tua, khususnya di Masjid Tanah Tinggi saat ini merupakan fakta dan kenyataan yang kita saksikan dengan kasat mata yang tidak bisa kita tutupi.
Kalau tidak ada usaha dari sekarang, akan dikhawatirkan ke depannya hilangnya generasi yang mau mencintai Islam, memakmurkan masjid, dan tinggalnya masjid sebagai tempat yang kosong dari jamaahnya atau bahkan sudah beralih fungsi.
Untuk itu kita terpanggil untuk membuat sebuah usaha kecil ini sebagai bentuk tanggung jawab kita agar terhindar dari pertanyaan Allah apa yang sudah kita perbuat untuk peduli dengan seruan amar ma’ruf nahi munkar di yaumil masyhar kelak, khususnya terkait dengan generasi muda Islam.
Semoga usaha kecil yang kita lakukan ini sebagai penyebab tercegahnya musibah yang Allah timpakan kepada kita semua, karena tidak ada lagi yang mau peduli dengan kondisi mereka saat ini.