Amerika Ingin Jadikan Masjid A-Aqsha Jadi Pusat Multi Agama
INFOMU.CO | Jakarta – Isu sensitif kembali memanas dan mengguncang kawasan Timur Tengah. Hubungan internasional kini tengah menyoroti laporan media Middle East Eye terkait adanya draf proposal baru dari Amerika Serikat dan Israel mengenai pengelolaan kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Dalam laporan tersebut, hak perwalian historis Yordania atas Al-Aqsa dikabarkan bakal digantikan oleh badan baru yang dinilai lebih dekat dengan kepentingan Israel.
Muncul pula wacana kontroversial untuk menjadikan situs suci tersebut sebagai “pusat multi-agama”, termasuk membuka akses ibadah Yahudi secara lebih luas dan pengawasan khutbah Jumat di kawasan itu.
Menanggapi isu ini, Arab Saudi secara tegas menolak segala bentuk perubahan status quo Al-Aqsa karena dinilai dapat menjadi pemicu eskalasi konflik besar di Timur Tengah.
Sementara itu, Pemerintah Yordania menegaskan tetap mempertahankan hak perwalian Hashemite yang selama ini diakui dunia internasional. Di sisi lain, pihak Amerika Serikat juga membantah kabar bahwa Gedung Putih tengah aktif mencabut hak pengelolaan Yordania tersebut.
Situasi ini langsung menjadi perhatian global karena Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan simbol spiritual dan geopolitik yang sangat sensitif bagi miliaran umat di dunia.
Sumber : Middle East Eye

