• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Amanah, Bukan Kepemilikan: Rahasia Muhammadiyah Bertahan Lebih dari Satu Abad

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
5 Juni 2026
in Kolom
0

Amanah, Bukan Kepemilikan: Rahasia Muhammadiyah Bertahan Lebih dari Satu Abad

Oleh :Jufri

Ada yang bertanya , mengapa Muhammadiyah bisa terus berkembang hingga hari ini? Bagaimana organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad ini mampu mengelola ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, masjid, dan berbagai amal usaha lainnya tanpa kehilangan arah?

Jawabannya mungkin tidak serumit yang dibayangkan. Salah satu kekuatan Muhammadiyah terletak pada kesadaran bahwa semua unsur di dalamnya saling mendukung dan saling menguatkan. Persyarikatan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), majelis, lembaga, organisasi otonom, kader, dan warga Muhammadiyah bergerak dalam satu tujuan yang sama. Masing-masing memiliki peran, tetapi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dari situlah saya memahami sebuah prinsip sederhana: AUM beriringan dengan Persyarikatan, dan pengelola AUM harus sejalan dengan Persyarikatan.

AUM bukanlah lembaga yang berdiri terpisah dari Muhammadiyah. Ia adalah instrumen dakwah. Sekolah Muhammadiyah bukan sekadar tempat belajar. Rumah sakit Muhammadiyah bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan. Perguruan tinggi Muhammadiyah bukan sekadar tempat mencetak sarjana. Semuanya adalah bagian dari ikhtiar dakwah yang diwujudkan dalam bentuk amal nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Karena itu, ketika sebuah AUM berkembang, sesungguhnya yang berkembang bukan hanya lembaga tersebut. Yang ikut menguat adalah Persyarikatan Muhammadiyah secara keseluruhan.

Ada satu prinsip yang menurut saya sangat penting untuk terus diingat. Dalam Muhammadiyah, tidak ada Amal Usaha Muhammadiyah yang menjadi milik pribadi atau milik kelompok tertentu. Semua AUM adalah milik Muhammadiyah. AUM dibangun oleh generasi demi generasi kader yang datang dan pergi, sementara Muhammadiyah tetap berdiri melanjutkan perjuangannya.

Kadang-kadang ketika sebuah amal usaha tumbuh besar, muncul perasaan memiliki yang berlebihan. Padahal yang benar adalah rasa memiliki terhadap misi dan tanggung jawabnya, bukan terhadap aset atau lembaganya. Sebab yang menjadi pemilik tetaplah Persyarikatan Muhammadiyah.

Karena itu, pimpinan maupun pengelola Amal Usaha Muhammadiyah perlu memandang dirinya sebagai penerima amanah. Mereka bukan pemilik, melainkan pengemban tanggung jawab yang dipercayai untuk mengelola dan memajukan amal usaha tersebut. Dalam menjalankan tugasnya, mereka tentu berhak memperoleh fasilitas, dukungan, dan penghargaan yang layak sesuai prinsip profesionalitas serta aturan yang berlaku dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Profesionalisme bukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai dakwah. Justru profesionalisme adalah bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Muhammadiyah sejak awal tidak dibangun dengan semangat kepemilikan, melainkan semangat pengabdian. Itulah sebabnya pergantian pimpinan tidak membuat organisasi berhenti berjalan. Pergantian pengelola tidak membuat amal usaha kehilangan arah. Yang dijaga bukan orangnya, melainkan sistem, nilai, dan tujuan perjuangannya.

Ketika AUM berkembang dan dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lembaga tersebut. Kemajuan itu akan menguatkan seluruh ekosistem Muhammadiyah. Aisyiyah semakin kuat menjalankan dakwah perempuan dan keluarga. Pemuda Muhammadiyah semakin leluasa melakukan pembinaan generasi muda. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, serta berbagai majelis dan lembaga Persyarikatan akan memperoleh energi baru untuk terus bergerak.

Hubungan yang saling menguatkan inilah yang selama ini menjadi salah satu rahasia keberlanjutan Muhammadiyah. Tidak ada yang berjalan sendiri. Tidak ada yang merasa paling penting. Semua menyadari bahwa keberhasilan satu bagian akan menjadi kekuatan bagi bagian yang lain.

Mungkin karena itulah Muhammadiyah mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan zaman. Dari masa kolonial, masa kemerdekaan, masa pembangunan, hingga era digital saat ini, Muhammadiyah tetap hadir dan memberi manfaat. Bukan karena tidak pernah menghadapi masalah, melainkan karena memiliki budaya organisasi yang menempatkan amanah di atas kepentingan pribadi dan kebersamaan di atas ego kelompok.

Pada akhirnya, yang membuat Muhammadiyah terus tumbuh bukan semata-mata banyaknya aset atau besarnya amal usaha. Yang membuatnya bertahan adalah kesadaran kolektif bahwa semua yang ada merupakan amanah yang harus dijaga bersama.

Ketika AUM beriringan dengan Persyarikatan, pengelolanya sejalan dengan Persyarikatan, dan seluruh elemen Muhammadiyah saling menguatkan, maka keberlanjutan Muhammadiyah akan terus meningkat. Dari generasi ke generasi, Muhammadiyah akan tetap menjadi rumah besar pengabdian yang menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Inilah nilai yang harus terus dirawat dan diwariskan. Sebab Muhammadiyah tidak hanya berbicara tentang organisasi, amal usaha, atau kaderisasi, tetapi juga tentang ikhtiar besar mewujudkan Islam Berkemajuan. Islam yang mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat peradaban, menghadirkan kemaslahatan, serta memberikan cahaya bagi semesta. Seperti Sang Surya yang terus bersinar, Muhammadiyah diharapkan senantiasa menerangi jalan umat dengan ilmu, keteladanan, pelayanan, dan amal kebajikan yang tidak pernah berhenti mengalir.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: amanahjufrikolom
Previous Post

Perkokoh Dakwah Kemanusiaan, Aisyiyah Gunungsitoli Peringati Milad ke-109

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.