‘Aisyiyah Teguhkan Kesalehan Ekologis Berkeadilan di Tengah Krisis Lingkungan
INFOMU.CO | Yogyakarta– Di tengah isu krisis lingkungan yang terjadi, paham kesalehan ekologis berkeadilan menjadi salah satu pendekatan krusial dalam perbaikan lingkungan.
Kesalehan ekologis sejatinya adalah kesalehan yang memihak alam sebagai amanah Allah. Hal ini sejatinya berangkat dari kesadaran manusia atas posisinya di dunia, sebagai khalifah Allah yang bertugas merawat, menjaga, dan mengelola alam sebagai bagiannya dalam beribadah.
“Kesalehan ekologis diwujudkan dengan memahami prinsip bahwa kita sebagai seorang muslim dan orang yang beragama diberikan kepercayaan sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola, merawat, dan menjaga alam bumi tempat kita tinggali,” tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayyinah dalam Pengajian Ramadhan PP ‘Aisyiyah bertemakan “Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan” pada Sabtu (28/2).
Maka dalam mencapai kesalehan ekologis tersebut, diperlukan pemahaman mendalam atas prinsip ketauhidan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keadilan. Agar senantiasa selaras antara perintah Allah dengan praktik keberlanjutan lingkungan maupun keberpihakan umat manusia.
“Adil dalam agama Islam berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya yang benar sesuai dengan hakikat dan tatanan wujudnya,” jelasnya.
Adapun Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Rahmawati menyoroti perempuan Indonesia sebagai bagian dari kelompok rentan terdampak atas krisis lingkungan.
Hal ini berangkat dari peran perempuan yang masih dipandang terbatas pada ranah domestik saja.
“Bahwa perempuan berada di ujung tombak dan sering kali diharapkan menjalankan peran tradisional,” ujar Rosa.
Peran tradisional yang lekat dalam diri perempuan seringkali membatasi akses dan partisipasi mereka. Padahal sejatinya perempuan memiliki posisi dan peran strategis dalam aspek lingkungan terkhususnya terkait ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya.
Berangkat dari hal ini lah, Masyitoh Chusna menilai ‘Aisyiyah sejatinya memiliki peran krusial dalam membangun kesalehan ekologis berkeadilan kepada perempuan Indonesia.
“Sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan, Aisyah memiliki posisi strategis dalam membangun keselarasan ekologis berkeadilan,” jelas Ketua PP ‘Aisyiyah tersebut.
Melalui Pengajian Ramadhan 1447 H, ‘Aisyiyah berupaya menghadirkan ruang refleksi bersama atas kondisi lingkungan saat ini. Dengan harapan kelak mampu memperkuat pemahaman dan kesadaran perempuan muslim dalam membangun kesalehan ekologis sebagai bagian integral dari ajaran agama Islam berkemajuan. Serta mendorong sikap dan aksi nyata mereka dalam melestarikan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. (muhammadiyah.or.id)

