Aisyiyah Sumatera Utara Bekali Peserta Pelatihan UMKM Strategi Bisnis Pemasaran
INFOMU.CO | Medan – Pelatihan Program Pemberdayaan Perempuan Golongan Mustahik melalui Pembinaan Usaha Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara bekerja sama dengan Maybank Islamic dan Maybank Syariah terus berlanjut. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Istambul Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan ini telah memasuki hari kedua, Kamis (16/4).
Sebanyak 50 pelaku UMKM yang merupakan ibu-ibu ‘Aisyiyah dari delapan Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah se-Sumatera Utara mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Pada hari kedua, peserta dibekali berbagai materi terkait strategi ekonomi dan bisnis guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Dua materi utama yang disampaikan dalam pelatihan ini yakni “Menumbuhkan Ide Bisnis” oleh Ketua Lembaga Pengembangan UMKM PWM Sumut, Muhammad Irsyad, serta “Strategi Pemasaran” oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Nel Arianty.

Pada pemaparannya, Muhammad Irsyad menekankan bahwa kunci utama dalam membangun bisnis bukan hanya terletak pada ide, melainkan pada kekuatan mental dan keberanian untuk memulai. Menurutnya, ide hanya berkontribusi kecil dibandingkan dengan pelaksanaan.
“Ide itu satu persen, sedangkan 99 persen adalah pelaksanaan (action). Yang terpenting adalah bagaimana ide itu dijalankan,” ujarnya.
Irsyad juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu, dalam bersaing di era digital, terutama pada aspek desain produk. Untuk itu, peserta diberikan pelatihan membuat katalog produk secara instan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Produk yang kita miliki difoto, kemudian dikonsep dan didesain menggunakan AI menjadi katalog siap saji dan siap dipromosikan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam berbisnis tidak boleh ada alasan untuk tidak mampu bersaing. Rasa ragu adalah hal yang wajar, namun harus tetap dihadapi dengan keberanian. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan ridha Allah SWT sebagai landasan utama dalam menjalankan usaha.
“Konsepnya, setiap bisnis dikembalikan pada ridha Allah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irsyad mengungkapkan bahwa pihaknya melalui LP UMKM PWM Sumut berencana meluncurkan program Rumah UMKM pada bulan Juni mendatang sebagai wadah bagi produk-produk UMKM Muhammadiyah. Saat ini, sekitar 50 produk telah siap untuk dihimpun dalam program tersebut.
Sementara itu, dalam materi “Strategi Pemasaran”, Nel Arianty menegaskan pentingnya pemahaman strategi pemasaran yang tepat agar pelaku usaha mampu menjangkau pasar yang sesuai dan meningkatkan pendapatan secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat unsur utama dalam strategi pemasaran, yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Produk harus disesuaikan dengan segmentasi pasar, harga harus mencerminkan kualitas, promosi perlu dilakukan secara intensif terutama melalui media sosial, dan distribusi harus didukung dengan kerja sama berbagai pihak.
“Strategi marketing melalui media sosial saat ini menjadi cara paling efektif dalam mengembangkan usaha dan memasarkan produk,” jelasnya.
Nel Arianty juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar, khususnya tren konsumen saat ini yang didominasi oleh generasi Z, terutama di sektor kuliner.
“Produk yang dihasilkan harus mengikuti keinginan pasar saat ini, khususnya generasi Z yang mendominasi konsumen,” ungkapnya.
Pelatihan semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman antar peserta dalam menjalankan usaha mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif, sehingga dapat memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat. (AH)

