‘Aisyiyah Pastikan Di Barisan Depan Sediakan Pendidikan Pascabencana
INFOMU.CO | Yogyakarta – Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menegaskan peran strategis guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) sebagai garda terdepan dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.
Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar anak, karena setiap anak tetap memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, penuh harapan, dan optimisme.
“Kesiapsiagaan pendidikan tidak hanya menyangkut prosedur dan sarana, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan moral para pendidik,” ujar Rohimi pada (4/1) secara daring di Jakarta.
Dosen Psikologi UMJ ini menekankan, keteguhan guru dalam situasi sulit merupakan bagian penting dari proses pemulihan pendidikan, sekaligus teladan bagi anak-anak dalam menghadapi realitas kehidupan.
Rohimi mengaitkan hal tersebut dengan spirit perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mengajarkan bahwa agama harus hidup dalam tindakan nyata, serta bahwa ilmu, iman, dan amal tidak dapat dipisahkan.
“Dalam semangat itu, pendidikan harus responsif terhadap persoalan umat, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada solusi. Kesiapsiagaan satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana adalah wujud nyata bahwa belajar adalah amal, dan menjaga keselamatan adalah bagian dari ibadah,” jelasnya.
Dalam penjelasan, Rohimi mengutip pandangan Buya Hamka yang menegaskan bahwa kekuatan hidup bukan terletak pada ketiadaan cobaan, melainkan pada kemampuan untuk bangkit setelah cobaan.
“Anak-anak kita hari ini belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari realitas kehidupan. Tugas pendidik adalah mengubah pengalaman sulit menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter tangguh, sabar, dan penuh harapan,” tambah Rohimi.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Rohimi menyampaikan harapan agar satuan pendidikan PAUD, dasar, dan menengah ‘Aisyiyah semakin siap menyambut hari pertama sekolah pascabencana.
Kolaborasi Lintas Pihak Sediakan Pendidikan Aman dan Nyaman
Kesiapan tersebut ditandai dengan guru yang semakin percaya diri dan berdaya, peserta didik yang kembali belajar dengan rasa aman dan semangat, serta kolaborasi lintas pihak yang semakin kuat, termasuk dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami akan terus menyelaraskan langkah dengan kebijakan Pendidikan Darurat yang Adaptif. Mari kita jadikan 5 Januari 2026 bukan sekadar tanggal masuk sekolah, tetapi sebagai titik kebangkitan pembelajaran yang berkeadilan, aman, dan bermakna bagi anak-anak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” tegas Rohimi.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Anisia Kumala, dalam kesempatan tersebut menyampaikan kebijakan Majelis PAUD Dasmen terkait Penyelenggaraan Pembelajaran Pascamusibah bagi wilayah terdampak bencana, meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Anisia menegaskan bahwa Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah mendukung kebijakan Pendidikan Darurat yang Adaptif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Penguatan pembelajaran pascamusibah dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran yang aman, fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan,” jelas Anisia.
Pendidikan pascabencana menurutnya terdapat empat prinsip utama, yakni keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai prioritas utama; fleksibilitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi daerah.
Selanjutnya adalah pemulihan psikososial untuk mendukung rasa aman dan ketangguhan peserta didik; serta inklusivitas dan keadilan melalui layanan pendidikan ramah anak dan memperhatikan kelompok rentan.
Kebijakan Pendidikan Darurat ini menurut Anisia mengarahkan pengelola pendidikan ‘Aisyiyah di berbagai tingkatan untuk menyesuaikan langkah berdasarkan situasi di lapangan. “Pada tahap tanggapan darurat, fokus utama adalah keselamatan dan dukungan psikososial serta penguatan literasi dan numerasi dasar,” jelas Anisia.
Dengan semangat Al-Ma’un, ‘Aisyiyah terus menghadirkan pendidikan sebagai ruang pemulihan, penguatan, dan harapan bagi anak-anak Indonesia. Melalui ikhtiar bersama, doa, dan gerakan kolektif, ‘Aisyiyah meyakini bahwa setiap langkah kecil para guru dan pengelola pendidikan di tengah keterbatasan adalah bagian dari ikhtiar besar membangun masa depan generasi bangsa yang berkemajuan. (muhammadiyah.or.id)

