• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Ahli Bencana Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Jika Terhirup

Ahli Bencana Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Jika Terhirup

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
7 September 2026
in Kabar
0
Ahli Bencana Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Jika Terhirup

 

INFOMU.CO | Jakarta – Warga Jakarta dan sekitarnya, bahkan di wilayah Jawa Barat, dibuat geger dengan abu tebal yang tiba-tiba muncul di halaman rumah mereka, pagi ini Minggu (6/9/2026). Abu tebal itu diduga kuat berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau  yang terjadi pada malam dan dini hari tadi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga di wilayah yang terdampak abu vukanik Anak Krakatau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, kalau pun terpaksa, harus menggunakan masker yang tepat. Bukan tanpa sebab, abu vulkanik Anak Krakatau sangat kecil dan mudah terbang terbawa angin hingga tanpa sadar terhirup manusia.

Daryono, anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), mengatakan, bahaya abu Gunung Anak Krakatau terletak pada kombinasi fisik partikelnya yang sangat tajam dan kandungan kimiawi yang bersifat korosif.

“Berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis (kurang dari 2 mmm),” katanya.

Ukuran yang sangat halus ini, kata Daryono, memungkinkan abu menembus sistem penyaringan alami di hidung dan meluncur langsung menuju saluran pernapasan bagian dalam hingga ke alveolus paru-paru.

​”Secara kimiawi, partikel abu vulkanik diselimuti oleh senyawa asam seperti asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral,” ungkapnya.

Ketika tersedot atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, kandungan asam ini bereaksi secara agresif. Dampaknya tidak hanya memicu peradangan pada saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi parah, rasa terbakar pada mata, serta gangguan pada kulit.

​”Dalam jangka pendek, paparan abu ini langsung memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk kering, sesak napas, terutama bagi penderita asma, serta iritasi mata,” katanya.

Sementara itu, untuk jangka panjang, endapan silika bebas yang tertimbun di dalam paru-paru dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut permanen (silikosis), yang berisiko menurunkan fungsi paru-paru secara drastis.

“​Untuk meminimalkan risiko tersebut, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi saat terjadi sebaran abu,” kata Daryono.

Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan kacamata pelindung dan masker dengan tingkat filtrasi tinggi, seperti tipe N95 atau KN95, sgt dianjurkan karena masker kain biasa tidak mampu menahan partikel mikroskopis ini. (lip-6)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: abu vulkanikanak krakatau
Previous Post

100 Guru dan Tendik Aisyiyah Sumut Ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru

Next Post

Islam Ala KH Ahmad Dahlan

Next Post
Islam Ala KH Ahmad Dahlan

Islam Ala KH Ahmad Dahlan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.