Banda Aceh, InfoMuco – Aceh terendah pakai masker?? Perstanyaan ini seperti satire tapi menohok. Benarkan Aceh menjadi provinsi yang memiliki kesadaran terendah dalam menggunakan masker ditengah kampanye prokes 5 M dalam upaya mencegah penyebaran Covid19 ?
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman kepada jurnalis InfoMu.co mengatakan publikasi hasil survey oleh University of Maryland yang menyebutkan Aceh terendah menggunakan masker merupakan hal sudah diperkirakan sejak awal dan kita harus membenarkannya.

Pengamat Kebijakan Publik Aceh
Kata Nasrul, sejak satgas covid-19 dibentuk upaya edukasi masyarakat utk peningkatan kesadaran melakukan protokol kesehatan nyaris tidak dilakukan secara bottom up dan penegakan aturan prokes yang lemah oleh pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten dan kota.
Satgas lebih banyak program kampanye lini atas seperti spanduk, baliho, radio dan iklan berbayar dibanding melakukan pemberdayaan masyarakat melalui komunitas, ormas, OKP dan tokoh agama.
Pesan-pesan pada spanduk dan media cetak yang tidak mudah dibaca, sulit dipahami dan penggunaan bahasa yg sama pada seluruh lapisan masyarakat menjadi nilai minus tersendiri. Misalnya spanduk bagi siswa SD dan warga di Masjid2 tulisan dan bentuknya sama, di baliho tulisannya kecil-kecil dan tidak menarik serta banyak kelemahan lainnya dari sisi kampanye media.
Seyogianya, sebut Nasrul Zaman, jika hendak meningkatkan kesadaran warga untuk taat prokes termasuk penggunaan masker maka yang harus dilakukan adalah edukasi warga secara massif yang menggunakan seluruh saluran formal dan informal organisasi dan kelompok warga masyarakat yg ada dan tumbuh di kehidupan sehari hari.
Kita melihat untuk Aceh yang memosisikan tokoh agama sebagai panutan dan sangat dipatuhi warga, kelompok tokoh ini belum pernah diberdayakan oleh pemerintah Aceh untuk kampanye peningkatan kesadaran kepatuhan prokes. Disamping penegakan hukum yang dilakukan tidak sepenuh hati dan terkesan malu-malu untuk bertindak tegas dan terukur, jelas pengamat kebijakan publik yang sejak awal sangat mengktisi program-program penanganan Covid di Aceh. (Syaifulh)

