• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kolom Dr. Sulidar: Memanfaatkan Stay At Home Dengan Selalu Berzikir (Bagian I)

Dr. Sulidar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumut

Kolom Dr. Sulidar : Wawasan as-Sunnah tentang Kepemimpinan Bodoh (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
1 Februari 2021
in Kabar, Kolom
86
Wawasan as-Sunnah tentang Kepemimpinan Bodoh (إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ)
(Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Oleh : Dr. Sulidar, M.Ag/HP. 085361075856
Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam serta Pascasarjana UIN SU Medan

Pendahuluan
Dalam  as-Sunnah umat Islam harus mewaspadai kemimpinan yang dipegang oleh orang-orang yang tergo long bodoh (as-Sufaha’), yakni mereka yang dalam kepe mimpinannya tidak mengikuti petunjukan Rasul saw. De ngan adanya penjelasan ini, umat Islam waspada dan tidak memilih dan mendukung pemimpin yang memiliki kriteria sebagaimana yang diberitakan oleh Rasul saw.

Perbedaan Pemimpin dan Manajer
a. Manajer mengandalkan kontrol dan pemimpin membangun kepercayaan.
Manajer bertindak seperti bos dengan mengendali kan bawahan mereka, dan mengatur tugas-tugas administrasi. Di sisi lain, para pemimpin memberi kan arahan, inovasi, dan menginspirasi. Mereka mengandalkan kepercayaan yang telah dibangun antara dirinya dan anggota tim untuk menjadi kekuatan, dan motivasi, sehingga dapat meningkat kan produktivitas. Berbeda dengan manajer yang lebih mengutamakan kontrol dan mengatur dengan memainkan emosi takut.
b. Manajer menjaga fungsi organisasi, dan pemimpin membangun visi bersama.
Setiap organisasi membutuhkan manajer untuk meme nuhi target perusahaan. Di sisi lain, pemimpin perlu memberikan perhatian pada karyawan supaya termotiva si dan terinspirasi. Para pemimpin bekerja dengan tim untuk membangun visi bersama, dan masa depan peru sahaan. Manajer bekerja melalui sistem oprasional pro sedur dan menjaga sistem tersebut berjalan dengan se mestinya. Sedangkan para pemimpin memandang gam baran yang lebih besar seperti perubahan, dan masa de pan perusahaan.

c. Manajer mengatur sistem, dan pemimpin memimpin orang-orang.
Kesimpulannya:
Pemimpin yang baik dan arif memikirkan masa depan keberlangsungan lembaga, organisasi, perusahaan, atau negara yang dipimpinnya. Manajer berpikir praktis, memikirkan jangka pendek, karena memang dia berbuat sesuai dengan tugas yang diberikan.Jadi, seorang top leader (pemimpin paling atas) tidak semestinya mengerjakan pekerjaan bawahannya, misalnya urusan WC, got atau sampah cukuplah itu pekerjaan CS (Cleaning Service). Sehingga job description tugasnya masing-masing berjalan sesuai dengan wewenangnya.

Pengertian Kepemimpinan Bodoh (Imarah as-Sufaha’)

Kata Bodoh ini dalam Alquran maupun as-Sunnah dikenal dengan as-sufaha’. As-Sufahâ` bentuk jamak dari safîh. Artinya: orang bodoh/dungu, kurang akal dan keahli an, ahlu al-hawa (biasa memperturutkan hawa nafsu), sem brono/ gegabah serta buruk tindakan dan penilaiannya. Di dalam Islam, as-sufahâ` ini tidak boleh diberi kepercayan untuk mengelola sendiri hartanya (Q.S an-Nisa’[4]: 5).  Islam memerin tahkan agar diangkat seorang washi’ yang mengurusi harta milik as-sufahâ` ini. As-Sufahâ` juga di-hijr (dilarang untuk melakukan transaksi apapun). Jika mengelola harta sendiri dan bertransaksi apapun dilarang, lalu  bagaimana as-sufahâ` bisa dipercaya untuk mengelo la harta orang lain, apalagi harta publik, juga memimpin suatu lembaga yang luar biasa besar seperti negara? Bagai mana mungkin pula mereka bisa dipercaya untuk menguru si nasib orang banyak, seperti suatu negara? Jika itu terja di, pasti kerusakan dan kehancuranlah hasilnya.

As-Sunnah tentang kepemimpinan bodoh

a. Siapa Pemimpin Bodoh (إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ) itu ?
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ وَالصَّلَاةُ قُرْبَانٌ أَوْ قَالَ بُرْهَانٌ يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ النَّاسُ غَادِيَانِ فَمُبْتَاعٌ
نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا وَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُوبِقُهَا. مسند أحمد (22/ 332) (رقم الحديث: 13919)
Telah bercerita kepada kami Abdurrazaq telah mengabar kan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Khutsaim dari Abdur rahman bin Sabith dari Jabir bin Abdullah Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh,”Semoga Allah melindungimu dari pemerintah an orang-orang yang bodoh”, (Ka’ab bin ‘Ujroh ra.) berta nya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasul saw.) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kezoli man mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak mem benarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak me nolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka ada lah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mere ka akan mendatangiku di atas telagaku. Wahai Ka’b bin ‘Ujroh puasa adalah perisai, sedekah memadamkan api neraka dan sholat adalah persembahan. Atau beliau bersab da: penerang. Wahai Ka’b bin Ujroh sesungguhnya tidak akan masuk syurga daging yang tumbuh dari hal yang di murkai Allah (haram), dan neraka adalah paling tepat un tuknya, Wahai Ka’b bin ‘Ujroh manusia berpagi dengan dua keadaan; yaitu ia terjual dirinya kemudian ia membe baskannya atau ia menjual dirinya kemudian ia menghan curkan dirinya. H.R. Ahmad. No. 13919.

Berdasarkan as-Sunnah di atas, dapat diambil pelajaran bahwa pemimpin bodoh itu adalah para pemim pin negara sesudah masa zaman Rasul saw hingga kini yang tidak mengikuti petunjuk Rasul saw dan tidak pula berjalan berdasarkan as-Sunnah.

b.  Enam yang dikhawatirkan kepemimpinan bodoh
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا النَّهَّاسُ بْنُ قَهْمٍ أَبُو الْخَطَّابِ عَنْ شَدَّادٍ أَبِي عَمَّارٍ الشَّامِيِّ قَالَ قَالَ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ يَا طَاعُونُ خُذْنِي إِلَيْكَ قَالَ فَقَالُوا أَلَيْسَ قَدْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا عَمَّرَ الْمُسْلِمُ كَانَ خَيْرًا لَهُ قَالَ بَلَى وَلَكِنِّي أَخَافُ سِتًّا إِمَارَةَ
السُّفَهَاءِ وَبَيْعَ الْحُكْمِ وَكَثْرَةَ الشَّرْطِ وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ وَنَشْئًا يَنْشَئُونَ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ وَسَفْكَ الدَّمِ. مسند أحمد
Telah menceritakan kepada kami Waki’ berkata: Telah menceritakan kepada kami An-Nahhas bin Qahm Abu Al Khaththab dari Syaddad Abu ‘Ammar Asy-Syami berkata: Berkata ‘Auf bin Malik: Hai Tha’un, seranglah aku. Berka ta Syaddad: Mereka berkata: Bukankah kau pernah mende ngar Rasul saw. bersabda: “Sesuatu yang dimakmurkan oleh orang muslim itu lebih baik baginya.” Berkata ‘Auf: Benar, tapi aku takut akan enam hal; (1) kepemimpinan orang-orang bodoh, (2) menjual hukum, (3)banyaknya po lisi, (4) memutus tali silaturrahim, (5) generasi yang tum buh dengan menjadikan Alquran sebagai seruling dan (6) penumpahan darah.H.R.Ahmad.No. Hadis 22845.

Pada penjelasan sahabat di atas dikatakan bahwa sahabat ‘Auf bin Malik khawatir akan 6 hal, yaitu:
1) kepemimpinan orang-orang bodoh,
2) menjual hukum,
3) banyaknya polisi,
4) memutus tali silaturrahim,
5) generasi yang tumbuh dengan menjadikan Alquran sebagai seruling (sebagai permainan) dan
6) penumpahan darah.

c. Pemimpin yang menyesatkan paling dikhawatirkan oleh Rasul saw
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَخٌ لِعَدِيِّ بْنِ أَرْطَاةَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الْأَئِمَّةُ الْمُضِلُّونَ. مسند أحمد (45/ 478) (رقم الحديث: 26213)
Telah menceritakan kepada kami Ya’qub berkata, telah mence ritakan kepadaku ayahku dia berkata, telah menceri takan kepa daku saudaranya Adi bin Arthah dari seorang laki-laki dari Abu Darda dia berkata, “Rasul saw.telah mewasiatkan kepada kami : “Sesuatu yang paling aku khawa tirkan atas kalian adalah para pemimpin yang menyesat kan.”H.R.Ahmad. No. 26213.

d. Pemimpin yang penipu tidak masuk surga
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَشْهَبِ عَنِ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزَنِىَّ فِى مَرَضِهِ الَّذِى مَاتَ فِيهِ. قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّى مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِى حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ. صحيح مسلم (1/ 87) (رقم الحديث: 380)
Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abu al-Asyhab dari al-Hasan dia berkata, “Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma’qil bin Yasar al-Muzani yang sedang sakit dan menye babkan kematiannya. Ma’qil lalu berkata, ‘Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadis yang aku per nah mendengarnya dari Rasul saw., sekiranya aku menge tahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasul saw. bersabda: ‘Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atas nya’.”H.R.Muslim. No. 203.

e. Penghancur Islam : Pemimpin yang menyesatkan
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ، أَنبَأَنَا عَلِيٌّ هُوَ ابْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ زِيَادِ بْنِ حُدَيْرٍ، قَالَ: قَالَ لِي عُمَرُ: «هَلْ تَعْرِفُ مَا يَهْدِمُ الْإِسْلَامَ؟» قَالَ: قُلْتُ: لَا، قَالَ: «يَهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ، وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الْأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ»
[تعليق المحقق] إسناده صحيح. سنن الدارمي (1/ 295) (رقم الحديث: 216)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Uyai nah telah mengabarkan kepada kami ‘Ali Ibnu Mushir, dari Abu Ishak dari As Sya’bi dari Ziyad bin Hudair ia berkata: ” Umar radliallahu ‘anhu telah berkata kepadaku: ‘Apakah kamu tahu apa yang dapat menghancurkan Islam itu? ‘, perawi berkata: ‘aku menjawab: aku tidak tahu’, ia (Umar ra) berkata: ‘Yang dapat menghancurkan Islam adalah tergelincirnya seorang ulama`, perdebatan orang munafik berdasarkan Alquran, dan kebijakan para pemimpin yang menyesatkan”.H.R.ad-Darimi. No. 216.

f. Seburuk-buruk pemimpin yang dibenci rakyatnya
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِىُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِىُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ رُزَيْقِ بْنِ حَيَّانَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ قَرَظَةَ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ ». صحيح مسلم (6/

24). (رقم الحديث: 3447)
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Handlali telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus telah mencerita kan kepada kami Al Auza’i dari Yazid bin Yazid bin Jabir dari Ruzaiq bin Hayyan dari Muslim bin Qaradlah dari ‘Auf bin Malik dari Rasul saw., beliau bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendo’akan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang mem benci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengu tuk kalian dan kalian mengutuk mereka.” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi mereka?” maka beliau bersabda: “Tidak, selagi mereka mendirikan salat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik maka bencilah tindakannya, dan janganlah kalian melepas dari ketaatan kepada mere ka.”. H.R Muslim. No. 3447.
As-Sunnah di atas memberikan pelajaran bagaima na kriteria pemimpin yang baik, yakni pemimpin yang mencintai dan mendokan rakyatnya, serta pemimpin tersebut dicintai dan didoakan oleh rakyatnya.
( bersambung )

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: dr sulidarkolompemimpin yang bodoh
Previous Post

PDPM Medan Gelar ‘Hari Ber-Pemuda Muhammadiyah’

Next Post

Kepatuhan Protkes Meningkat di Aceh, Kasus Baru Covid-19 Hanya 4 Orang

Next Post
Kasus Covd19 di Aceh Terus Alami Penambahan

Kepatuhan Protkes Meningkat di Aceh, Kasus Baru Covid-19 Hanya 4 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.